Asian Games Aichi-Nagoya 2026 - Menanti Kejutan Para Debutan

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Pontianak | Sebanyak 13 dari 20 pebulu tangkis yang memperkuat Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akhir September mendatang, akan menjalani debut mereka di pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Di antara para pemain muda yang mendapat kesempatan tampil untuk kali pertama adalah tunggal putra Muhamad Yusuf dan tunggal putri Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

Keduanya terlebih dahulu mengasah kemampuan melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Namun, langkah Yusuf dan Dhinda terhenti pada babak-babak awal turnamen berlevel BWF Tour Super 100 tersebut. Yusuf tersisih di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Taiwan, Zhe Ying Wu, dengan skor 16-21, 19-21, sedangkan Dhinda dipaksa mengakui keunggulan tunggal putri Kanada, Rachel Chan, dengan skor akhir 19-21, 17-21.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Yusuf dan Dhinda menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Pengalaman bertanding di Pontianak menjadi bagian dari persiapan keduanya sebelum bertolak ke Jepang untuk menjalani tantangan baru dan melakoni debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. "Ini modal untuk saya ke Asian Games, evaluasi dan perbaikan dari fisik dan pikirannya," kata Yusuf melalui keterangan pers Humas dan PP PBSI pada pekan ini.

"Saya senang bisa terpilih masuk ke dalam tim, berharap bisa kasih yang terbaik buat Indonesia," tambah atlet kelahiran Padang, Sumatra Barat tersebut.

Hampir senada dengan Yusuf, Dhinda menilai waktu persiapannya menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga tidak terlalu panjang. Meski langkahnya di Pontianak berakhir dengan kekalahan, dua pertandingan yang dijalaninya menjadi bekal berharga untuk mengevaluasi permainan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada ajang multi-cabang tersebut. "Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan," ungkapnya.

Keduanya terlebih dahulu mengasah kemampuan melalui Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Namun, langkah Yusuf dan Dhinda terhenti pada babak-babak awal turnamen berlevel BWF Tour Super 100 tersebut. Yusuf tersisih di babak 32 besar setelah kalah dari wakil Taiwan, Zhe Ying Wu, dengan skor 16-21, 19-21, sedangkan Dhinda harus mengakui keunggulan tunggal putri Kanada, Rachel Chan, 19-21, 17-21.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Yusuf dan Dhinda menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi. Pengalaman bertanding di Pontianak menjadi bagian dari persiapan keduanya sebelum bertolak ke Jepang untuk menjalani tantangan baru dan melakoni debut di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. "Ini modal untuk saya ke Asian Games, evaluasi dan perbaikan dari fisik dan pikirannya," kata Yusuf melalui keterangan pers Humas dan PP PBSI pada pekan ini.

"Saya senang bisa terpilih masuk ke dalam tim, berharap bisa kasih yang terbaik buat Indonesia," tambah atlet kelahiran Padang, Sumatra Barat tersebut.

Hampir senada dengan Yusuf, Dhinda menilai waktu persiapannya menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 juga tidak terlalu panjang. Meski langkahnya di Pontianak berakhir dengan kekalahan, dua pertandingan yang dijalaninya menjadi bekal berharga untuk mengevaluasi permainan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada ajang multi-cabang tersebut. "Asian Games jaraknya tidak lama lagi dan setelah kembali ke Jakarta, saya mau menambah fisik dan daya tahan," ungkapnya.

Selain Yusuf dan Dhinda, 11 pemain lainnya yang akan menjalani debut bersama kontingen bulu tangkis Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 adalah Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah, Muhammad Shohibul Fikri, Nikolaus Joaquin, Amri Syahnawi, Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Rachel Allessya Rose, Febi Setianingrum, Meilysa Trias Puspitasari, dan Nita Violina Marwah.

Berdasarkan laporan Antara, tujuh pemain lainnya telah memiliki pengalaman tampil di Asian Games, yakni Jonatan Christie, Fajar Alfian, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Putri Kusuma Wardani, Febriana Dwipuji Kusuma, dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ketujuh pemain tersebut sebelumnya juga menjadi bagian dari skuad Indonesia pada Asian Games Hangzhou 2022.

Di antara para pemain tersebut, Jonatan dan Fajar menjadi dua sosok paling berpengalaman karena Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan menjadi penampilan ketiga mereka di pesta olahraga terbesar di Asia. 

Keduanya juga memperkuat Indonesia pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018, ketika Jonatan meraih medali emas nomor tunggal putra, sedangkan Fajar bersama Muhammad Rian Ardianto mempersembahkan keping perak ganda putra. Jonatan dan Fajar juga menjadi bagian dari tim putra Indonesia yang meraih medali perak pada nomor beregu. Setelah itu, Jonatan dan Fajar kembali memperkuat Indonesia pada Asian Games Hangzhou bersama Leo, Daniel, Putri, Ana, dan Fadia. 

Nomor beregu cabang olahraga bulu tangkis pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-24 September. Selanjutnya, persaingan akan berlanjut pada nomor perseorangan yang digelar pada 25-29 September.