"Alhamdulillah bisa mengatasi semua problem yang ada di lapangan, memang nggak gampang tadi, lawan posturnya memang kecil tapi nggak mati-mati, justru itu membuat nafsu," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Dengan berjalannya waktu, makin lama, makin sadar, makin bisa mengontrol kondisi, jadi tadi belajar untuk mengatasi nafsunya, jadi nggak buru-buru mau mendapat poin," Alwi, menambahkan.
Lebih lanjut Alwi menyatakan, Koga tampil cukup baik dalam mengantisipasi bola-bola sulit sepanjang pertandingan. Menurutnya, beberapa kali Koga mampu mengembalikan kok yang posisinya sudah sangat sulit dijangkau, termasuk pada situasi-situasi yang sedikit diwarnai faktor keberuntungan. Ia menilai, kemampuan bertahan dan menjaga reli dalam kondisi tertekan menjadi salah satu keunggulan utama yang dimiliki lawannya. "Unik juga, sih," tuturnya.
"Karena memang posturnya tidak terlalu tinggi, tapi dia bisa memaksimalkan apa yang dia punya, which is itu something bagus untuk tunggal putra, karena ada pola-pola permainan yang berbeda-beda," jelas Alwi.
Pemain peringkat ke-13 dunia ini menyatakan belum ingin memikirkan terlalu jauh langkahnya di turnamen. Ia memilih fokus menghadapi pertandingan perempat final dan bersiap memberikan kemampuan terbaiknya di lapangan. Alwi sadar betul, tidak ada laga yang mudah di level ini, terlebih setelah menjalani rangkaian turnamen dalam tiga pekan beruntun yang menguras energi fisik maupun mental.
Meski demikian, Alwi mengaku siap bertarung dan berusaha menjaga kondisi sebaik mungkin. Ia berharap dapat melewati tantangan tersebut dengan baik, mengingat padatnya jadwal pertandingan menuntut kesiapan tidak hanya dari sisi permainan, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. "Nothing (is) impossible. Saya yakin Tuhan memberikan jalan saya yang paling baik di Australian Open," pungkasnya.


