Gelar juara Australian Badminton Open 2026 menjadi milik Yamaguchi setelah mengalahkan wakil Thailand, Pornpawee Chochuwong, melalui dua gim 22-20, 21-18 dalam durasi 49 menit di Quaycentre, Sydney, Australia. Kemenangan tersebut mengantarkan Yamaguchi meraih gelar juara keduanya pada turnamen Tur Dunia BWF 2026.
"Saya tampil cukup baik dalam empat turnamen terakhir. Namun, yang paling membuat saya puas adalah mampu menunjukkan performa yang lebih baik daripada yang tercermin dari hasil yang saya raih," ujarnya, seperti dikutip dari laman BWF.
Ia juga menyatakan, hasil di Sydney juga memberinya tambahan poin berharga dalam persaingan menuju Final Tur Dunia BWF 2026.
Laman Badminton Oceania melaporkan, gim pertama pembuka berlangsung sengit, dengan kedua pemain saling bergantian memimpin hingga tercipta setting. Namun, Yamaguchi mampu mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 22-20. Gim berikutnya menghasilkan salah satu momen paling menonjol di final, Chochuwong melaju dengan keunggulan 11-6, tampak seperti pemain yang mampu mengalahkan juara dunia.
Namun, Yamaguchi, sesuai dengan janjinya tentang kemampuannya dalam reli panjang, mencetak lima poin berturut-turut untuk menyamakan kedudukan menjadi 12-12, mengubah momentum secara signifikan ke pihaknya hingga akhirnya menang 21-18.
Memasuki gim kedua, Yamaguchi tertinggal cukup jauh dari Chochuwong. Namun, ia merasa memiliki keunggulan dalam reli-reli panjang sehingga memilih tetap tenang dan fokus menjalankan strategi permainan. Menurutnya, kondisi fisik yang prima turut menjadi faktor penting yang membantunya bertahan dalam pertarungan sengit hingga akhirnya meraih kemenangan pada laga final tersebut. "Namun, ketika menghadapi pemain-pemain peringkat atas, saya merasa perlu bermain lebih menyerang. Itu yang saya coba terapkan hari ini, dan saya senang bisa menjalankannya dengan baik," katanya.
Sementara itu, bagi Chochuwong, menembus final menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah melalui masa sulit akibat cedera. Final di Sydney juga menjadi penegasan bahwa ia perlahan kembali menemukan performa terbaik setelah baru menjalani tiga turnamen sejak kembali ke rangkaian turnamen Tur Dunia BWF. "Saya senang bisa kembali bermain di Australia tahun ini karena saya memang sangat menyukai Australia. Ini juga baru turnamen ketiga saya sejak kembali ke tur BWF," tuturnya.
Meski gagal meraih gelar juara, tunggal putri berperingkat ke-8 tersebut tetap puas dengan penampilannya sepanjang pekan dan bertekad untuk kembali lebih kuat pada turnamen-turnamen berikutnya. "Saya sangat senang dengan performa saya, tetapi saya akan berlatih lebih keras dan kembali dengan kondisi yang lebih baik," demikian Chochuwong.


