"Setelah melalui diskusi dengan tim pendukung, saya memutuskan menarik Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin dari Australian Open 2026," kata Antonius melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (9/6).
"Indonesia Open merupakan salah satu milestone yang penting bagi PBSI. Namun, hasil yang diraih pasangan Fajar/Fikri masih belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, oleh karena itu diperlukan evaluasi menyeluruh sebagai bahan perbaikan ke depannya," tambahnya.
Pada Polytron Indonesia Open 2026 yang rampung pada akhir pekan lalu, Raymond/Joaquin menempati podium runner-up setelah gagal meredam perlawanan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Sementara itu, Fajar/Fikri langsung tersingkir di babak pertama setelah kalah dari pasangan China, Chen Bo Yang/Liu Yi.
Selain itu, lanjut Antonius, Australian Badminton Open 2026 tidak masuk dalam program turnamen utama bagi kedua pasangan pada saat ini. Karena itu, tim pelatih memilih mengalihkan fokus mereka pada persiapan yang lebih maksimal untuk menghadapi sejumlah agenda prioritas, termasuk BWF World Championships 2026 dan Asian Games 2026.
"Untuk Raymond/Joaquin, saya melihat dengan masa recovery yang singkat dari final Indonesia Open menuju laga pertama Australian Open apalagi Raymond baru pulih dari cedera lututnya, menurunkan mereka di Australia punya resiko cederanya kambuh," pungkasnya.


