"Puji Tuhan selesai tanpa cedera apapun. Di gim pertama kami terlalu banyak buru-buru, kurang tenang defense-nya," kata Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan yang berlangsung di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Australia tersebut.
"Itu kami perbaiki di gim kedua, coba buat tenang lagi, coba buat lebih mengatur juga dan lebih tahu arah bolanya mau diarahkan ke mana. Sayang di gim ketiga ada hilang fokus sedikit dan banyak kesalahan sendiri," jelasnya.
Sementara itu, Febi menilai, salah satu kunci kemenangan mereka di Badminton Asia Championships 2026 adalah kemampuan menjaga ketenangan dalam bertahan dan mengatur pola permainan. Menurutnya, ia dan Rachel tidak terburu-buru melancarkan serangan balik, melainkan lebih sabar membangun permainan hingga mendapatkan peluang yang tepat untuk menekan lawan. "Sedikit berbeda dengan hari ini," tuturnya.
Dengan hasil tersebut, Rachel/Febi harus mengakhiri langkah mereka di Australian Badminton Open 2026 sebagai semifinalis. Capaian itu membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara yang diraih pada edisi sebelumnya, ketika sukses mengalahkan pasangan senegara, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias), di final. "Pastinya belum puas, tapi harus diterima dengan hasil ini. Ke depannya kami coba buat lebih baik lagi," demikian Rachel.
Sedangkan, Ana/Trias kembali mengulangi pencapaian mereka pada edisi sebelumnya dengan menembus partai puncak, dan akan bertemu Jia/Zhang dalam upaya memburu gelar juara perdana mereka di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 500 tersebut.


