"Pertandingan hari ini, Alhamdulillah bisa dilewati dengan baik dan tanpa cedera. Bersyukur bisa melewati babak 32 besar ini," tanggap Barrok melalui keterangan pers Humas PP PBSI.
Barrok juga mengatakan, mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan setelah mendapat bye di babak 64 besar. Menurutnya, mereka sempat meraba-raba permainan pada awal laga karena baru pertama kali tampil di lapangan tersebut, lalu mampu menemukan ritme dan tampil lebih baik.
Sementara itu, Edsel mengatakan, mereka memilih bermain lebih sabar menghadapi lawan yang memiliki pertahanan rapat. Menurutnya, mereka berusaha mengendalikan tempo pertandingan dan membawa lawan masuk ke pola permainan yang telah disiapkan.
Di babak 16 besar, Barrok/Edsel bertemu pasangan Thailand, Kitipat Karnnithiwat/Kanapot Teevakul. Barrok mengakui, persaingan menuju gelar juara semakin berat karena seluruh pasangan yang tersisa memiliki kualitas yang relatif berimbang. Meski belum pernah berhadapan dengan wakil "Negeri Gajah Putih" tersebut, ia menegaskan optimistis dan tetap membidik gelar juara mengingat BAJC 2026 menjadi kesempatan terakhir mereka tampil di level junior Asia.
"Untuk yang perlu kami persiapkan paling dari istirahatnya dulu karena hari ini mainnya dua kali, lalu berdiskusi dengan pelatih untuk pola main yang akan di lakukan nanti," kata Barrok.
"Saya sendiri main di dua sektor, jadi perlu dijaga lagi istirahat dan pola makannya," Edsel, menjelaskan.


