BAJC 2026 - Fardhan Rainanda Joe Tumpuan Terakhir

Fardhan Rainanda Joe (Humas PP PBSI)
Fardhan Rainanda Joe (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Yatsushiro | Harapan Indonesia untuk membawa pulang medali emas dari nomor perorangan Badminton Asia Junior Championships (BAJC) 2026 kini bertumpu sepenuhnya pada Fardhan Rainanda Joe. Ia menjadi satu-satunya wakil "Merah Putih" yang mencapai babak empat besar dan bakal menghadapi pemain unggulan ketujuh asal China, Jing Yu Luo, Sabtu (4/7).

Pada perempat final yang berlangsung di Yatsushiro City General Gymnasium, Yatsushiro, Jepang, Jumat (3/7), atlet asal Exist Badminton Club tersebut memastikan tiket semifinal setelah menundukkan unggulan kedelapan asal Malaysia, Kong Wei Xiang, melalui dua gim 21-19, 22-20 dalam tempo 40 menit. Sementara itu, Jing melangkah ke babak empat besar usai mengalahkan wakil tuan rumah, Daiki Masuda, dengan skor 21-15, 21-6.

Joe mengaku merasakan perbedaan tekanan antara nomor beregu dan perorangan pada BAJC 2026. Menurutnya, laga beregu menghadirkan beban yang lebih besar karena membawa nama tim, sedangkan di nomor individu ia merasa lebih lepas sehingga dapat menikmati permainan.

Pebulu tangkis asal Exist Badminton Club itu juga menjadikan BAJC 2026 sebagai momentum untuk meningkatkan raihan medali dibandingkan edisi sebelumnya. Meski menilai seluruh pemain yang tersisa memiliki kualitas yang merata, Joe menegaskan kunci menghadapi babak berikutnya adalah menjaga fokus dan mental agar mampu tampil konsisten. "Semoga tahun ini saya bisa menang dan juara untuk meneruskan estafet kemenangan tunggal putra Indonesia," katanya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Laga semifinal ini akan menjadi pertemuan kedua antara Joe dan Jing. Pada pertemuan perdana di semifinal Asian Youth Games Bahrain 2025, Joe dipaksa mengakui keunggulan Jing setelah bertarung selama 52 menit yang berakhir dengan skor 21-19, 13-21, 18-21.

Sementara itu, langkah enam wakil Indonesia lainnya terhenti di babak delapan besar. Mereka terdiri atas tunggal putri Mayla Cahya Afilian Pratiwi, dua pasangan ganda putra Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono dan Joven Farandi/Joseph Marcellino Kyta, dua pasangan ganda putri Selsi Josika/Halifia Usni Pratiwi dan Atresia Naufa Candani/Aurelia Syakira Putri, serta ganda campuran Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti.

Moses/Reya kalah dari pasangan Malaysia, Ahmad Redzuan/Zi Yu Low, melalui tiga gim 21-19, 15-21, 9-21 dalam durasi 49 menit. Selsi/Halifia harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan, Han Bi Kim/Seo Young Yeo, lewat pertarungan sengit selama 68 menit yang berakhir dengan skor 17-21, 21-19, 10-21. Sementara itu, Atresia/Aurelia kalah dua gim langsung 18-21, 11-21 dari pasangan tuan rumah sekaligus unggulan kedua, Aoi Banno/Yuzu Ueno.

Barrok/Edsel kalah dua gim langsung dari Yi Lang Feng/Jian Zhen Wei asal China melalui dua gim 21-23, 16-21 setelah bertanding selama 41 menit. Sementara itu, Joven/Joseph kalah dari pasangan China lainnya, Xin Ze Lyu/Qi Rui, juga melalui straight games yang berakhir dengan skor 14-21, 17-21.

Mayla, satu-satunya harapan "Merah Putih" di sektor tunggal putri, kalah dari wakil China, Yi Qing Yin, melalui dua gim 17-21, 10-21.