Barrok/Edsel kalah dua gim langsung dari Yi Lang Feng/Jian Zhen Wei asal China melalui dua gim 21-23, 16-21 setelah bertanding selama 41 menit. Sementara itu, Joven/Joseph kalah dari pasangan China lainnya, Xin Ze Lyu/Qi Rui, juga melalui straight games yang berakhir dengan skor 14-21, 17-21.
"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Pertandingan tadi bisa dibilang kami tertekan dan sulit untuk keluar dari tekanan," kata Joseph kepada tim Humas dan Media PP PBSI, usai pertandingan berdurasi 34 menit itu.
"Di gim pertama kami kurang siap sehingga tertekan duluan. Di gim kedua kami di posisi kalah angin, sempat mengubah pola, tetapi akhirnya kembali tertekan," tambahnya.
Sementara itu, Joven menilai, Yi/Jian unggul dalam permainan bola-bola lob panjang yang terus memberikan tekanan. Ia mengakui gagal membalikkan situasi sehingga kesulitan mengembangkan pola permainan yang diinginkan. "Saya harus perbaiki dan latihan lebih giat lagi," ujarnya.
"Ke depannya kami harus lebih siap lagi dari permainan dan strateginya," Joven, menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, Joven mengaku tetap bersyukur dapat menembus babak delapan besar pada penampilan perdananya di BAJC. Kesempatan menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara, lanjutnya, menjadi pengalaman berharga untuk menambah jam terbang dan bekal menghadapi turnamen internasional berikutnya. "Ini akan menjadi gambaran kami ke depannya, dan masih banyak yang harus kami perbaiki," pungkasnya.


