Pada gim pertama, atlet asal Mutiara Cardinal Bandung itu mampu memberikan perlawanan sengit dan terus menekan Yi, meski akhirnya harus menyerah dengan skor 17-21. Memasuki gim kedua, Mayla kesulitan menemukan ritme permainan sehingga tidak mampu mengimbangi permainan lawannya. "Gim pertama mainnya sudah lumayan oke. Namun, di gim kedua saya banyak buang-buang bola dan melakukan kesalahan sendiri," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Mayla berada dalam tekanan sejak awal gim kedua. Ia tertinggal 3-11 saat interval dan gagal menghentikan dominasi Yi yang terus memperlebar keunggulan menjadi 15-7 selepas jeda. Meski berusaha bangkit dan terus memberikan perlawanan, Mayla gagal memangkas jarak poin yang sudah terlalu lebar.
Yi akhirnya memastikan kemenangan gim kedua dengan skor 21-10, setelah mengantongi 10 match point, sekaligus mengakhiri perjuangan Mayla di babak delapan besar kejuaraan level junior di Asia tersebut. "Lawan memiliki smes yang tajam dan bola depannya cepat," tanggap Mayla.
Selepas BAJC 2026, Mayla berharap pengalaman berharga yang diperolehnya di kejuaraan ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan jelang World Junior Championships (WJC) 2026 di Kairo, Mesir, Oktober mendatang. Ia bertekad memanfaatkan waktu persiapan untuk membenahi kekurangan dan mempertajam permainannya agar mampu tampil lebih kompetitif di level lebih tinggi. "Untuk WJC nanti, saya mau memperbaiki lagi dari fokusnya dan pola pikirnya harus dikuatkan lagi," pungkasnya.


