"Puji Tuhan, senang banget bisa menyumbang poin dan tanpa cedera apapun. Tadi pertama kami coba buat tenang tapi tidak boleh santai, tetap fokus, dan tidak mau kalah," kata Rachel kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah menuntaskan pertandingan berdurasi 77 menit tersebut.
Rachel mengakui tidak menyangka dapat membalikkan keadaan di gim penentuan, setelah tertinggal cukup jauh dalam perolehan dan kerap berada di bawah tekanan. Namun, dengan tetap mengikuti instruksi pelatih serta menjaga keyakinan terhadap kemampuan diri dan kerja sama dengan Febi, mereka akhirnya berhasil mengejar ketertinggalan dan mengunci kemenangan. "Pelan-pelan, satu poin demi satu poin, akhirnya bisa keluar dari tekanan," katanya.
"Ini rezeki juga dari Tuhan karena di poin terakhir, bolanya sudah tanggung tapi Arisa tidak sempurna melakukan pukulan dan membentur net. Kemenangan ini jadi menambah kepercayaan diri kami dan semoga teman-teman juga semakin percaya pada kemampuannya," Rachel, menjelaskan.
Sementara itu, Febi berpendapat, momentum berbalik di gim kedua ketika mereka dapat mengejar ketertinggalan hingga menyamakan kedudukan. Namun, keinginan untuk terlalu cepat mengakhiri reli justru membuat mereka banyak melakukan kesalahan sendiri. "Tadi kami di poin kritis mencoba terus mengejar bolanya dulu, sesulit apapun itu. Mengambil dulu bagaimanapun caranya balik dulu," ujarnya.
Dengan kemenangan ini, skor sementara berubah menjadi sama kuat 1-1. Pada partai pembuka, pemain tunggal pertama, Thalita Ramadhani Wiryawan, kalah dari Riko Gunji melalui dua gim 14-21, 16-21 dalam tempo 36 menit.


