Anthony membutuhkan waktu selama 63 menit untuk meraih kemenangan tiga gim 21-17, 13-21, 21-16 atas Kong Wei Xiang. "Pertama-tama mengucap syukur. Puji Tuhan bisa menyelesaikan match tanpa cedera. Seluruh tim juga bermain dengan baik hari ini. Memang laga ketat 3-2 lawan Malaysia," tanggapnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tadi penentu di tunggal putra terakhir, puji Tuhan bisa mengamankan posisi sebagai juara grup," Anthony, menambahkan.
Bermain di partai terakhir yang sekaligus menjadi laga penentuan, menurut Anthony, kedua pemain sama-sama berada di bawah tekanan yang serupa sepanjang pertandingan. "Setelah unggul di gim pertama, saya terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri. Terus lawan juga, kan, sudah punya strategi yang baru. Saat ngadu di situ kurang telaten sedikit. Gim ketiga coba buat ubah lagi cara mainnya dan bisa berhasil," paparnya.
Anthony berpendapat, turun sebagai tunggal ketiga pada laga melawan negeri jiran ini, tetap memiliki arti penting, lantaran kejuaraan beregu tersebut dimanfaatkan sebagai sarana simulasi dan persiapan menuju Piala Thomas, terlepas dari siapa pun yang nantinya akan dipilih memperkuat tim. "Jadi tunggal pertama atau ketiga secara tekanan sama, tapi ada beda sedikit untuk pola pikirnya. Kalau pertama, kan, sebagai pembuka jalan, kalau tunggal ketiga bisa jadi laga penentu," pungkasnya.
Berikut hasil pertandingan antara Indonesia dan Malaysia:
- MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs. Justin Hoh 16-21, 19-21
- MD1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs. Junaidi Arif/Roy King Yap 13-21, 21-12, 13-21
- MS2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs. Eogene Ewe 21-12, 14-21, 21-15
- MD2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs. Chong Hon Jian/Haikal Muhammad 16-21, 21-11, 21-19
- MS3: Anthony Sinisuka Ginting vs. Kong Wei Xiang 21-17, 13-21, 21-16


