Jason merebut tiket ke final melalui perjuangan keras selama 98 menit saat menghadapi unggulan kelima asal Denmark, Anders Antonsen, pada semifinal, Sabtu (6/9), di Shenzhen Arena, Shenzhen, China. Setelah kehilangan gim pertama, Jason mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang rubber game 15-21, 22-20, 21-16.
Sementara itu, Lee melangkah ke partai puncak setelah tampil tenang menghadapi unggulan kedua asal Prancis, Christo Popov. Ia memastikan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-19, sekaligus menciptakan final bersejarah sesama tunggal putra Hong Kong di turnamen tersebut.
"Ini luar biasa. Saya rasa ini pertama kalinya kami bisa saling berhadapan dalam pertandingan perebutan gelar juara," ujar Jason, sebagaimana dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
"Kami saling mengenal dengan sangat baik. Kami sering berlatih bersama," tambahnya.
Bagi pemain berusia 22 tahun tersebut, pencapaian ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pencapaian pribadi, karena untuk pertama kalinya ia menembus final turnamen berlevel BWF World Tour Super 750. "Ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang besar bagi kami dan tim," katanya.
"Semoga kami bisa menunjukkan kepada rekan-rekan setim dan para pemain muda bahwa kami mampu bersaing melawan tim-tim yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka untuk masa depan," Jason, menyatakan.
Satu-satunya final Tur Dunia sebelumnya yang melibatkan pemain Hong Kong terjadi di nomor ganda campuran pada Macau Open 2018, saat Tang Chun Man/Tse Ying Suet berhadapan dengan Reginald Lee/Chau Hoi Wah. "Kami berdua berharap bisa menampilkan performa terbaik dan menyuguhkan pertarungan sengit yang memukau bagi penonton," demikian Jason.


