Ana menyatakan telah menyiapkan strategi sejak awal pertandingan untuk mengantisipasi kondisi lapangan yang berangin di Olympic Sports Center Gymnasium. Menurutnya, perubahan pola permainan harus dilakukan pada setiap gim agar dapat menyesuaikan diri dengan arah angin dan menjaga ritme permainan.
"Dari awal sudah benar caranya bahkan sampai di gim kedua yang posisinya menang angin," tuturnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
Lebih lanjut Ana menjelaskan, ia dan Trias terus berusaha menempatkan kok di area bawah pada poin-poin akhir pertandingan. Namun, menurutnya, eksekusi yang kurang maksimal membuat beberapa pengembalian tidak akurat sehingga justru menguntungkan lawan. "Gim ketiga pasangan Korea bisa bermain lebih baik dari kami," katanya.
Ia juga menilai, Kim/Kong mampu menjaga konsistensi permainan sehingga terus memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Ana mengakui, mereka gagal mempertahankan momentum pada momen-momen krusial, yang akhirnya dimanfaatkan lawan untuk membalikkan keadaan. Seharusnya, menurut Ana, mereka terus tetap berani menyerang, tetapi dengan kesabaran dan tanpa terburu-buru dalam menyelesaikan setiap reli.
Hasil tersebut bertolak belakang dengan pencapaian Ana/Tiwi pada Japan Open 2026 sepekan lalu. Dalam turnamen tersebut, mereka mampu menembus perempat final, tetapi kalah dari pasangan Taiwan, Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun.


