Christiansen/Bøje Bangkit Usai Mimpi Olimpiade Pupus

Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Djarum Badminton)
Mathias Christiansen/Alexandra Bøje (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Ganda campuran Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Bøje, menjalani salah satu perjalanan paling berliku di antara pasangan elite dunia dalam dua tahun terakhir. Setelah melewati salah satu kekecewaan terbesar dalam karier mereka dua tahun lalu, Christiansen/Bøje bangkit dan kembali menembus jajaran ganda campuran terbaik dunia, menjadikan musim 2026 sebagai salah satu periode paling berkesan dalam perjalanan karier bulu tangkis mereka.

Musim 2026 pun tidak diawali dengan hasil yang sesuai harapan. Christiansen/Bøje tersingkir di babak pertama Malaysia Open 2026 pada awal Januari. Namun, hanya sepekan berselang, mereka langsung bangkit dengan menembus partai puncak India Open 2026, turnamen BWF World Tour Super 750, sebagai respons atas hasil kurang memuaskan pada turnamen pembuka musim.

Namun, performa mereka kemudian terus mengalami pasang surut. Setelah menyandangn status runner-up India Masters 2026, mereka kembali menelan kekecewaan karena tersingkir lebih awal di German Open 2026 dan All England 2026, masing-masing pada babak kedua dan babak pertama. Meski demikian, Christiansen/Bøje kembali menemukan performa terbaik dengan melaju ke final Orléans Masters 2026 dan merebut gelar Kejuaraan Eropa 2026, yang menjadi titel bergengsi pertama mereka pada musim ini.

Momentum tersebut berlanjut saat menjalani rangkaian turnamen di Asia. Dalam empat pekan berturut-turut, Christiansen/Bøje mencatatkan salah satu rentetan hasil terbaik di Tur Dunia BWF musim ini, dengan mencapai semifinal Malaysia Masters 2026, kemudian menjuarai Thailand Open 2026, Singapore Badminton Open 2026, serta Polytron Indonesia Open 2026.

Keberhasilan merebut tiga gelar juara Tur Dunia BWF dalam kurun waktu sebulan kian mengukuhkan posisi Christiansen/Bøje sebagai salah satu ganda campuran paling konsisten di dunia saat ini. Rentetan prestasi tersebut juga menjadi bukti keberhasilan mereka bangkit setelah sempat mengalami masa-masa sulit di awal musim.

Usai memastikan gelar juara Polytron Indonesia Open 2026, Bøje mengaku belum sepenuhnya menyadari besarnya pencapaian yang berhasil diraih bersama Christiansen. Menurutnya, perjalanan luar biasa sepanjang musim ini baru akan benar-benar terasa setelah mereka memiliki waktu untuk sejenak berhenti dan merefleksikan seluruh proses yang telah dilalui. "Rasanya luar biasa sekali. Kami sangat bahagia, bangga, dan juga kelelahan. Ini sungguh menakjubkan. Ini sangat berarti bagi kami. Empat minggu terakhir ini benar-benar luar biasa," katanya, dikutip dari laman Badminton Europe.

Keberhasilan tersebut terasa semakin istimewa jika mengingat cobaan berat yang harus dilalui Christiansen/Bøje. Beberapa pekan menjelang Olimpiade Paris 2024, mereka terpaksa mengubur impian tampil di pesta olahraga terbesar dunia tersebut setelah Christiansen dinyatakan melakukan pelanggaran pelaporan keberadaan (whereabouts) untuk kali ketiga berdasarkan peraturan antidoping. Pelanggaran tersebut membuat Christiansen dijatuhi sanksi larangan bertanding selama satu tahun, hanya sekitar 10 hari sebelum Olimpiade dimulai.

Imbas dari sanksi tersebut, Christiansen baru dapat kembali bertanding pada Juli 2025 dan kembali berpasangan dengan Bøje. Selama masa hukuman itu, Bøje tetap aktif berkompetisi di level internasional dengan menggandeng pemain Belanda, Robin Tabeling.

Kebangkitan dramatis Christiansen/Bøje pun menjadi sorotan setelah mereka menjuarai Polytron Indonesia Open 2026. Saat diwawancarai TV2 Denmark dan ditanya mengenai perasaannya jika setahun sebelumnya ada yang mengatakan bahwa ia akan berdiri sebagai juara setelah melewati berbagai cobaan, Christiansen mengaku perjalanan panjang yang mereka lalui membuat pencapaian tersebut terasa jauh lebih bermakna. "Ha! Jika Anda memprediksi hal ini, saya pasti sulit mempercayainya," katanya.

"Saat kami mulai berlatih bersama lagi, saya punya firasat bahwa kami pada akhirnya akan kembali ke level yang mendekati papan atas. Kami berada di peringkat 10 besar saat saya terkena skorsing, dan saya merasa bahwa kami bisa kembali ke posisi itu. Namun, saya tidak tahu apakah itu akan memakan waktu sebulan, enam bulan, setahun, atau dua tahun. Kini, dalam kurun waktu satu tahun, kami berdiri di sini, dan nanti kami akan menempati peringkat ke-3 dunia. Ini benar-benar seperti dongeng. Sungguh luar biasa," ujar Christiansen kepada TV2 Denmark, usai kemenangan mereka di Indonesia.

Hasil yang mereka raih pun berbicara dengan sendirinya. Christiansen/Bøje kini menempati peringkat ke-3 dunia, posisi tertinggi sepanjang karier mereka. Pencapaian tersebut sekaligus mengukuhkan mereka sebagai salah satu kandidat peraih medali terkuat bagi negaranya maupun Eropa di berbagai kejuaraan internasional.

Sejak kembali berkompetisi pada Juli 2025, Christiansen/Bøje telah tampil dalam 21 turnamen. Dari jumlah tersebut, mereka menembus 10 pertandingan final dan mengoleksi tujuh gelar juara.

Peluang di Kejuaraan Dunia
Menjelang BWF World Championships 2026 di India pada Agustus mendatang, Christiansen/Bøje datang dengan ambisi besar untuk meraih podium. Status sebagai salah satu dari empat unggulan teratas membuat mereka berpeluang menghindari pertemuan dengan sesama unggulan hingga semifinal, sehingga memiliki jalur yang lebih menguntungkan dalam bagan pertandingan.

Christiansen menyadari sepenuhnya peluang tersebut. Dengan performa yang terus menanjak sepanjang musim ini, ia optimistis, bersama Bøje, mampu bersaing memperebutkan gelar juara dunia. "Kami memiliki peluang besar untuk memasuki Kejuaraan Dunia dengan status unggulan peraih medali, dan ini adalah hal yang belum pernah kami alami sebelumnya. Situasinya akan sedikit berbeda, dan kami harus mampu menghadapinya," ungkapnya.

Pencapaian terbaik Christiansen/Bøje di BWF World Championships sejauh ini adalah menembus perempat final pada edisi 2023 di Kopenhagen. Melihat performa impresif yang mereka tampilkan sepanjang musim 2026, duo Denmark itu kini berpeluang melampaui pencapaian tersebut dan bersaing memperebutkan gelar juara dunia.