Badminton Europe melalui lamannya melaporkan, Anders Antonsen dan Christo Popov berhadapan dalam laga pembuka, dan kedua bintang bulu tangkis dunia itu menyajikan pertarungan ketat. Setelah 74 menit, Antonsen keluar sebagai pemenang dengan skor 21–12, 15–21, 21–16.
Prancis kemudian menyamakan kedudukan di pertandingan tunggal kedua, ketika Alex Lanier mengalahkan Rasmus Gemke dengan skor 21–16, 21–16.
Pada partai tunggal ketiga, Denmark menurunkan Ditlev Jæger Holm yang saat ini menempati peringkat ke-75 dunia, menggantikan Magnus Johannesen yang berada sekitar 30 tingkat lebih tinggi dalam daftar peringkat dunia. Di sisi lain lapangan, ia harus menghadapi Toma Junior Popov, tunggal putra Prancis yang menghuni peringkat ke-17 dunia.
Meski terdapat selisih peringkat yang cukup mencolok, hal itu tak langsung tercermin di lapangan. Holm dapat memanfaatkan kesempatan dengan baik dan merebut gim pertama lewat pertarungan ketat 22-20. Di gim kedua, pemain non-unggulan tersebut kembali menunjukkan performa impresif dengan memimpin 11-10 saat interval.
Namun, selepas jeda, Popov tampil lebih stabil dan mampu mengendalikan ritme permainan. Sejumlah kesalahan sendiri dari Holm turut dimanfaatkan Popov untuk membalikkan keadaan dan merebut gim kedua 21-15, memaksakan rubber game. Di gim penentuan, skor sempat imbang 7-7, tetapi Popov kembali mengambil alih kontrol pertandingan dan memastikan kemenangan dengan skor 21-15.
Denmark, yang membutuhkan kemenangan di sektor ganda untuk menjaga asa, mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Pasangan sarat pengalaman tersebut menundukkan Eloi Adam/Leo Rossi melalui dua gim langsung 21-18, 21-14, sekaligus memaksa perebutan gelar juara ditentukan melalui partai kelima.
Pada laga penentuan, Mads Vestergaard/Daniel Lundgaard menghadapi pasangan "dadakan" Prancis, Toma Popov/Thom Gicquel. Gicquel, yang dikenal sebagai pemain ganda campuran yang menghuni peringkat ke-5 dunia, kali ini dipasangkan dengan Popov di nomor ganda putra. Kombinasi ini terbilang tidak lazim karena keduanya jarang, bahkan hampir tidak pernah, bermain dan berlatih bersama di sektor tersebut.
Meski minim pengalaman sebagai pasangan, Popov/Gicquel tampil solid. Dalam tempo 40 menit, mereka memastikan kemenangan straight games 21-19, 21-12. Seusai poin terakhir, luapan emosi tak terbendung ketika seluruh pemain dan tim pelatih Prancis berhamburan masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan dramatis yang menjadi catatan sejarah dalam perjalanan bulu tangkis Prancis.


