"Di awal gim tadi kami sempat mengikuti pola permainan mereka yang banyak bermain reli panjang. Kami meladeni dengan pola yang sama dan sempat tertinggal cukup jauh," ujar Tiwi kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 35 menit tersebut.
"Setelah itu kami mencoba mengubah pola dengan memperlambat tempo permainan dan lebih mengatur ritme," tambahnya.
Pemain asal Mutiara Cardinal Bandung itu berpendapat, perubahan strategi yang mereka terapkan membuat Hsu/Lin kurang nyaman dan mulai banyak melakukan kesalahan sendiri, sehingga mereka mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk meraih lebih banyak poin. "Secara keseluruhan, kunci kemenangan hari ini menurut saya adalah kepercayaan satu sama lain di lapangan," katanya.
Hampir senada dengan Tiwi, Fadia mengakui pada awal gim pertama mereka terlalu mengikuti pola permainan Hsu/Lin. Namun, setelah berdiskusi satu sama lain serta mendapat arahan dari pelatih, mereka sepikiran untuk mengubah strategi permainan, yang kemudian berbuah kemenangan dua gim langsung. "Alhamdulillah setelah perubahan itu kami bisa lebih menekan lawan dan mengontrol jalannya pertandingan," tuturnya.
"Kunci kemenangan dari saya adalah bermain dengan lebih cerdas, jadi setiap poin kami berusaha memikirkan bagaimana caranya bisa menekan permainan lawan dan tidak terburu-buru," demikian Fadia.
Di perempat final, Jumat (27/2), Tiwi/Fadia bertemu dengan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan.


