India Open 2026 - Kolaborasi Sindhu-Irwansyah Hadirkan Ide Segar

Irwansyah & Pusarla V. Sindhu (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Irwansyah & Pusarla V. Sindhu (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

New Delhi | Pebulu tangkis tunggal putri India, Pusarla V. Sindhu, menyebut kolaborasinya dengan pelatih asal Indonesia, Irwansyah, telah menghadirkan sejumlah ide segar dalam upaya meningkatkan performanya di level elite dunia. Keduanya terus melakukan penyesuaian pola permainan guna menjaga konsistensi penampilan pemain peringkat ke-12 dunia tersebut.

"Setiap kemitraan kepelatihan yang baru, selalu membawa pembelajaran dan perspektif berbeda bagi perkembangan permainan saya," ungkap Sindhu melalui laman Federasi Bulu Tangkis Dunia, Selasa (13/1).

"Kami sedang berupaya meningkatkan berbagai aspek permainan saya, dan saya menikmati setiap proses yang dijalani," tambah peraih dua medali Olimpiade tersebut.

Sepekan lalu, Sindhu menembus babak empat besar Malaysia Open 2026. Ia melaju pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 1000 tersebut tanpa kehilangan satu gim pun, setelah menyingkirkan Sung Shuo Yun asal Taiwan serta dua wakil Jepang, Tomoka Miyazaki dan Akane Yamaguchi. Langkahnya kemudian terhenti di semifinal usai kalah dua gim dari tunggal putri dari China, Wang Zhi Yi.

Pekan ini, Sindhu kembali tampil di hadapan publiknya sendiri di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, saat memulai India Open 2026 di babak 32 besar melawan Nguyen Thuy Linh asal Vietnam. Berdasarkan rekor pertemuan, kedua pemain telah mengantongi dua kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. 

Sindhu mengatakan, ia tetap berkomitmen untuk menyeimbangkan perannya sebagai atlet dengan tanggung jawab barunya di luar lapangan, yaitu sebagai Ketua Komisi Atlet BWF. Ia bertekad untuk berkontribusi pada olahraga, baik melalui performa maupun kepemimpinan.

Dalam jumpa pers India Open 2026 di New Delhi, Senin (12/1), Sindhu memaparkan penunjukannya sebagai Ketua Komisi Atlet BWF periode 2026–2029, sebuah badan yang sebelumnya pernah diikutinya sebagai anggota. Ia menilai, pengalamannya di komisi tersebut memberinya pemahaman mendalam mengenai pentingnya representasi atlet serta tanggung jawab yang melekat pada kepemimpinan badan itu. "Sebelumnya, saya pernah menjadi bagian dari Komisi Atlet, jadi saya memahami peran dan tanggung jawabnya," tegasnya.

"Selaku ketua, fokus saya adalah menjadi suara bagi para atlet, mendengarkan kekhawatiran mereka, dan memastikan pandangan mereka terwakili di wadah yang tepat," Sindhu, menambahkan.

Atlet berusia 30 tahun itu menekankan, komisi yang dipimpinnya memainkan peran kunci dalam menjembatani komunikasi antara pemain dan administrator. Prioritasnya adalah memperkuat dialog tersebut. "Penting bagi para atlet untuk didengar. Peran saya adalah untuk menyampaikan perspektif mereka dan bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para pemain," demikian Sindhu.