Indra Wijaya Bicara Selebrasi dan Rival Alwi

Alwi Farhan & Indra Wijaya (Humas PP PBSI)
Alwi Farhan & Indra Wijaya (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Kepala pelatih tunggal putra utama pelatnas bulu tangkis Indonesia, Indra Wijaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang terus diberikan masyarakat kepada Alwi Farhan, Moh. Zaki Ubaidillah, dan Anthony Sinisuka Ginting, dalam sejumlah turnamen terakhir. Di sisi lain, ia juga menanggapi beragam komentar warganet yang menyoroti selebrasi Alwi serta membandingkan perkembangan pemain muda Indonesia tersebut dengan rival-rival seangkatannya di level dunia.

Indra menilai, Alwi menunjukkan perkembangan signifikan dari sisi konsistensi, yang mencapai puncaknya saat menjuarai Australian Badminton Open 2026. Menurutnya, Alwi mampu menjaga performa secara stabil sepanjang turnamen hingga sukses melangkah ke podium tertinggi.

Di sisi lain, Indra mengakui kegagalan Indonesia pada Piala Thomas 2026 meninggalkan kekecewaan bagi para pemain maupun tim pelatih. Meski menegaskan kekalahan dari Prancis bukan sesuatu yang memalukan, ia berpendapat hasil tersebut tetap menjadi pukulan yang cukup berat, terutama bagi para pemain tunggal putra. "Kembali lagi, anak-anak ini terus semangat meskipun kesulitan-kesulitan yang dialami kemarin di Piala Thomas, kejadian-kejadian yang kita alami, bisa dilalui dengan latihan-latihan setiap hari dan ada hasilnya lagi kemarin di Australia," katanya kepada wartawan, saat ditemui di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (17/6) pagi.

Pasca-Piala Thomas 2026, menurutnya, ia dan para pemain lebih banyak melakukan diskusi dan saling menguatkan, agar para pemain dapat segera bangkit dan kembali fokus menjalani latihan serta turnamen berikutnya. Ia menilai, proses tersebut berperan penting dalam menjaga kepercayaan diri pemain, terlebih bagi Alwi yang mampu menunjukkan respons positif dengan tampil baik pada sejumlah turnamen seusai kejuaraan beregu putra bergengsi tersebut.

Ketika ditanya mengenai kembalinya kepercayaan diri Alwi, Indra justru menilai anak didiknya tersebut sejak lama telah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Tugasnya sebagai pelatih, menurutnya, adalah menjaga keseimbangan agar rasa percaya diri itu tidak berlebihan, sehingga Alwi tetap mampu bermain tenang, fokus, dan mempertahankan stabilitas performa hingga poin terakhir pertandingan.

Nah, di tengah sorotan terhadap performanya, selebrasi Alwi juga tak luput dari perhatian warganet. Menanggapi hal tersebut, Indra memiliki pandangan tersendiri. "Jadi balik lagi kalau selebrasi itu spontan. Anak ini memang, kan, pecicilan, tapi balik lagi, ya, kita komunikasikan itu. Selama itu dalam kata-kata sopan atau ada orang yang menilai berlebihan, ini kita susah untuk membatasinya. Jadi gimana, ya, saya bilang, ya, susah, lah untuk everybody happy gitu," ujarnya.

"Tapi selama itu mungkin ada yang bilang terlalu sombong begini, ya, susah dibilang. Tapi, kan, saya sebagai orang yang paling dekatnya, saya tahu bukan itu yang Alwi mau tunjukkan," Indra menambahkan.

Indra juga menanggapi anggapan yang kerap muncul di kalangan "Badminton Lovers" yang membandingkan Alwi dengan pemain-pemain seangkatannya di level dunia yang telah lebih dulu meraih gelar juara bergengsi. Menurutnya, setiap pemain memiliki proses perkembangan dan waktu pencapaian yang berbeda. "Ini nggak apa-apa, orang punya prosesnya sendiri-sendiri. Kamu nggak usah membandingkan kamu, saya, atau dengan yang lain. Sama-sama kita berusaha, sama-sama kita ke depannya, sama-sama pengin juara, kan. Jadi bagi saya nggak perlu kamu membandingkan, yang ini sudah juara, yang ini belum," ungkap Indra, menirukan ucapannya kepada Alwi.

"Kalau kita mau membandingkan, misalnya, teman-teman seumuran Alwi yang lain juga banyak sekali yang ketinggalan. Jadi, kita mau ke depan seperti mereka-mereka itu, yes. Tapi nggak perlu juga kita sampai membandingkan seperti itu juga," pungkasnya.