Dalam tayangan bincang-bincang "Queens of the Court | Badminton Unlimited" yang ditayangkan di kanal YouTube BWF TV, Selasa (30/6), BWF mengulas perjalanan tiga ratu tunggal putri dunia tersebut. Ketiganya sama-sama lahir pada 1995 dan telah menempuh perjalanan panjang bersama sejak level junior, sebelum tumbuh menjadi rival sekaligus ikon bulu tangkis putri di panggung internasional.
Namun, Intanon menjadi yang pertama menorehkan sejarah dengan merebut gelar juara dunia pada edisi 2013. Saat itu, ia masih berusia 18 tahun sehingga tercatat sebagai juara dunia termuda sekaligus pebulu tangkis Thailand pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia BWF.
Empat tahun kemudian, giliran Okuhara yang naik ke podium tertinggi Kejuaraan Dunia 2017 dan menjadi juara dunia tunggal putri pertama asal Jepang. Dua tahun berselang, Sindhu melengkapi daftar tersebut dengan merebut gelar juara dunia 2019, sekaligus menjadi pebulu tangkis India pertama yang menjuarai Kejuaraan Dunia setelah meraih dua medali perunggu pada dua edisi sebelumnya.
Intanon mengaku menyadari besarnya perubahan dalam dirinya setelah kembali menyaksikan rekaman selebrasinya saat menjuarai Kejuaraan Dunia 2013. Menurutnya, perjalanan panjang yang telah dilalui membuatnya berkembang jauh dibandingkan ketika pertama kali meraih gelar juara dunia. "Bulu tangkis telah mengajarkan saya banyak hal. Ketika melihat kembali perjalanan karier yang telah saya lalui, saya merasa sangat bangga," katanya.
Sementara itu, Okuhara mengakui gelar juara dunia selalu menjadi impian terbesarnya. Namun, ia tidak menyangka mampu mewujudkan ambisi tersebut ketika akhirnya naik ke podium tertinggi Kejuaraan Dunia BWF. "Awalnya saya sulit memercayainya. Namun, tentu saja saya merasa sangat bahagia," ujarnya.
Adapun, Sindhu mengaku menghadapi tekanan besar menjelang final Kejuaraan Dunia 2019. Setelah dua kali gagal di partai puncak pada edisi 2017 dan 2018, ia mengaku dipenuhi berbagai emosi karena sangat ingin akhirnya mewujudkan impian menjadi juara dunia. "Tahun 2019 benar-benar mengubah segalanya bagi saya. Saya tetap percaya pada kemampuan sendiri dan tidak pernah berpikir kegagalan di final sebelumnya akan terulang. Sebaliknya, saya selalu yakin bisa melakukannya, dan pada akhirnya saya berhasil," katanya.
Kini, ketiganya tetap bersaing di level tertinggi. Sindhu terakhir kali meraih gelar juara di Syed Modi International 2024, Intanon menjuarai Kumamoto Masters 2026 dan Malaysia Masters 2026, sedangkan Okuhara naik ke podium tertinggi Orléans Masters 2026. Meski telah memasuki usia kepala tiga, semangat juang mereka tak pernah redup, sama seperti saat mereka masih meniti karier di level junior hingga berkembang menjadi tiga ratu tunggal putri dunia.
Okuhara berpendapat, bulu tangkis telah banyak berubah seiring bertambahnya pengalaman. Menurutnya, olahraga ini bukan lagi semata-mata tentang hasil akhir, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang dapat membuatnya menikmati setiap momen di lapangan dengan lebih tenang dan penuh kebahagiaan. "Saya merasa sangat bersyukur masih bisa bermain bulu tangkis dan menjadi bagian dari persaingan di level tertinggi. Seperti yang disampaikan May (Intanon), saya ingin terus memberikan yang terbaik di setiap kesempatan. Semangat untuk selalu berjuang itulah yang masih menjadi motivasi saya hingga sekarang," ujar Okuhara.
Sindhu juga menyampaikan hal hampir serupa. Meski telah menikah dengan Venkatas Datta Sai pada Desember 2024, semangat juangnya di lapangan tak pernah surut. Ia mengaku bersyukur mendapat dukungan penuh dari sang suami untuk terus berkarier di dunia bulu tangkis. "Karena itu, saya belum berencana berhenti bermain bulu tangkis dalam waktu dekat. Saya masih ingin terus berkompetisi dan melanjutkan karier ini untuk beberapa tahun ke depan," tegas Sindhu.
Ia juga menilai, usianya bukan menjadi penghalang untuk terus bersaing di level tertinggi. Kondisi fisik yang masih prima, kecintaan terhadap bulu tangkis, serta dukungan dari orang-orang terdekat, menjadi alasan utama yang membuat Sindhu tetap termotivasi melanjutkan karier sebagai atlet. "Mengapa saya harus berhenti sekarang? Saya masih mencintai olahraga ini dan menikmati setiap momen saat bermain bulu tangkis. Karena itu, saya ingin terus berkompetisi," demikian Sindhu.


