Japan Open 2026 - Babak Baru Pencapaian Christo Popov

Christo Popov (Djarum Badminton)
Christo Popov (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Tokyo | Christo Popov tampil hampir sempurna dalam merebut gelar juara Japan Open 2026, hasil yang semakin meningkatkan kepercayaan dirinya menjelang BWF World Championships 2026 bulan depan. Tunggal putra Prancis itu memastikan titel kampiun turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Koki Watanabe, pada partai puncak, Minggu (19/7), di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang.

Watanabe tiba ke final dengan modal kemenangan melelahkan tiga gim atas rekan senegaranya, Yushi Tanaka, di semifinal. Meski demikian, harapan tuan rumah itu tetap memberikan perlawanan sengit dan tidak membiarkan Popov meraih kemenangan dengan mudah, terutama pada gim kedua.

Setelah kalah pada gim pembuka, Watanabe memberikan tekanan dan membuka peluang memaksakan laga berlanjut ke gim penentuan. Namun, ketajaman serangan serta ketahanan Popov dalam reli-reli panjang menjadi pembeda, sehingga ia menutup pertandingan dengan kemenangan 21-11, 21-19 untuk mengamankan gelar juara ketiganya pada musim kompetisi tahun ini.

"Gelar ini sangat berarti bagi saya. Ini menjadi pembuktian atas apa yang telah saya sampaikan dalam beberapa bulan terakhir. Saya sangat senang bisa meraih gelar juara di Jepang karena selalu menikmati setiap kesempatan bermain di sini," ujar Popov, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (20/7).

Lebih lanjut, Popov mengatakan keberhasilannya menjuarai Japan Open 2026 melanjutkan catatan positif wakil Prancis yang selalu menembus final dalam tiga edisi terakhir. Setelah Alex Lanier tampil di dua final sebelumnya, kini gilirannya yang membawa pulang gelar juara. Popov pun mengaku bangga dengan seluruh tim yang mendampinginya di Jepang, mulai dari ayahnya yang duduk di kursi pelatih hingga staf pendukung, yang dinilainya berperan besar dalam pencapaiannya. "Suasananya sangat menyenangkan," katanya.

"Selama seminggu ini kami merasakan atmosfer yang sangat kondusif dan penuh rasa percaya diri, yang membuat saya bisa tampil maksimal," Popov, menambahkan.

Di sisi lain, Popov mengakui, Watanabe memberikan perlawanan yang sangat menyulitkan, terutama pada gim kedua. Menurutnya, tunggal putra "Negeri Sakura" itu memaksanya bekerja keras dan terlibat dalam reli-reli panjang yang menguras tenaga. "Saya pikir kondisi fisik yang lebih segar sangat membantu saya hari ini. Dia sebelumnya harus menjalani pertandingan tiga gim yang sangat melelahkan, terutama melawan Yushi Tanaka di semifinal. Pada akhirnya, detail-detail kecil seperti itu yang menjadi penentu kemenangan," pungkasnya.