Salah satu sorotan bagi tuan rumah datang dari sektor tunggal putri melalui Akane Yamaguchi yang dipaksa bekerja keras dalam meraih kemenangan dramatis atas wakil Korea Selatan, Kim Ga Eun, dengan skor 14-21, 21-13, 22-20 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jumat (17/7). Setelah berada di ambang kekalahan, Yamaguchi bangkit untuk membalikkan keadaan sekaligus memperpanjang dominasinya atas Kim menjadi 11 kemenangan beruntun.
Pencapaian Yamaguchi diikuti penampilan impresif sektor tunggal putra. Yushi Tanaka menciptakan kejutan terbesar hari itu setelah menumbangkan unggulan kedua dari Thailand, Kunlavut Vitidsarn, sekaligus memastikan tiket semifinal turnamen BWF World Tour Super 750 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Sementara itu, Koki Watanabe menyingkirkan unggulan ketiga asal Denmark, Anders Antonsen, sedangkan Kodai Naraoka memenangi duel maraton selama 98 menit melawan wakil Indonesia, Alwi Farhan.
Dominasi Jepang berlanjut di sektor ganda. Akira Koga/Natsu Saito melaju ke semifinal ganda campuran, lalu Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di ganda putra, serta Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto di ganda putri.
Penampilan Tanaka juga menjadi sorotan utama setelah ia mencatat pencapaian terbaik dalam kariernya. Permainan cepat yang dipadukan dengan akurasi serangan membuat Kunlavut kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya menyerah 20-22, 21-16, 18-21. Usai pertandingan, tunggal putra "Negeri Gajah Putih" itu bahkan melontarkan pujian atas performa impresif yang ditunjukkan Tanaka. "Lawan saya sangat cepat dan lebih unggul dari saya dalam segala hal. Tanaka terus memberikan tekanan sepanjang pertandingan. Kontrol permainan saya hari ini kurang baik," tanggap Kunlavut, sebagaimana dilaporkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
"Hari ini dia terus menekan dengan intensitas tinggi. Saya tidak bisa melakukan pukulan lift maupun spin. Dia cepat, memiliki lompatan tinggi, dan mampu menjangkau shuttlecock di titik tertinggi saat bermain di depan net," Kunlavut, menambahkan.
Kunlavut juga menyatakan, keikutsertaannya di Japan Open 2026 menjadi bagian dari proses untuk kembali menemukan performa terbaik setelah pulih dari cedera punggung. Ia mengakui, Tanaka tampil lebih baik sepanjang pertandingan dan menegaskan akan menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran untuk bangkit pada turnamen berikutnya.
Sementara itu, Tanaka mengaku tampil dengan penuh keyakinan saat menghadapi Kunlavut. Ia meyakini tidak ada lawan yang mustahil untuk dikalahkan dan bersyukur dapat menembus semifinal Japan Open untuk kali pertama dalam kariernya. "Saya akan berusaha menyuguhkan permainan bulu tangkis yang menarik bagi penonton!" katanya.
Namun, di sisi lain, tunggal putra peringkat ke-19 dunia itu menilai kesabaran menjadi salah satu kunci kemenangannya atas Kunlavut. Menurut Tanaka, ia tidak terburu-buru memaksakan serangan karena menyadari kualitas permainan lawannya, sehingga memilih menunggu momen yang tepat untuk meningkatkan tekanan. "Masih banyak hal yang perlu saya perbaiki. Saya sempat melakukan beberapa kesalahan beruntun, dan itu adalah aspek yang harus saya benahi," pungkasnya.


