"Ya, targetnya ingin masuk delapan besar," katanya, sebagaimana dilaporkan Antara, Rabu (8/7).
"Harus fokus pada laga pertama dulu, tak mudah juga. Setelah itu, kalau menang berpotensi bertemu Antonsen (Anders Antonsen) atau Toma yang Popov (Toma Junior Popov)," Ubed, menambahkan.
Sebelumnya, Ubed mengaku tidak terlalu berharap bisa menembus babak utama Japan Open 2026, lantaran berada di posisi cadangan kedua. Namun, peluang terbuka setelah sejumlah pemain mundur dari turnamen yang berlangsung di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli tersebut. "Iya sebenarnya, karena, kan, sebelumnya reserve dua, kan. Saya lihat kemarin, minggu kemarin, tuh, Prannoy (H. S. Prannoy) withdraw, terus ada lagi Victor (Lai) kemarin withdraw. Ya mungkin sudah rezeki Japan Open," ujar Ubed.
Japan Open akan menjadi kesempatan penting bagi Ubed untuk kembali mengukur kemampuan di level elite. Ia mengatakan persaingan di level senior menuntut kekuatan mental yang lebih matang, terutama dalam menjaga fokus saat menghadapi pemain yang lebih berpengalaman.
"Ya, kalau menurut saya pastinya termotivasi ya. Karena saya bisa dibilang pemain muda, ambisinya, kan, tinggi banget, semangatnya ada banget. Ya pastinya saya terus belajar di situ sama yang pemain-pemain senior, kan, banyak juga," kata Ubed.
Ubed mengatakan salah satu hal yang masih harus ia benahi adalah kemampuan mengendalikan emosi di lapangan. Menurut dia, beberapa kesempatan untuk meraih kemenangan kerap terlepas karena fokus menurun setelah berada dalam posisi unggul.
Atlet kelahiran Sampang itu juga menyebut pelatih menaruh perhatian pada aspek pikiran dan kondisi fisik. Ia menilai menghadapi pemain senior bukan hanya soal teknik, tetapi juga kemampuan membaca permainan dan tidak mudah masuk dalam pola lawan. "Ya paling di situ sih, kalau lawan senior, tuh, di pikirannya, sih, yang harus lebih kuat lagi," kata Ubed.
Selain Ubed, Indonesia juga memiliki Jonatan Christie dan Alwi Farhan di sektor tunggal putra. Pada nomor tunggal putri, Indonesia hanya menempatkan Putri Kusuma Wardani.
Sektor ganda putra menjadi salah satu kekuatan Indonesia dengan kehadiran tiga pasangan, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Di ganda putri, Indonesia menurunkan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Sementara itu, sektor ganda campuran diperkuat Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.


