Ketua Harian PB Jaya Raya sekaligus Ketua Panitia Pelaksana JRJIGP 2026, Rosiana Tendean, mengatakan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PB Jaya Raya dalam mendukung regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia. Selain itu, turnamen ini juga memberikan kesempatan bagi pebulu tangkis Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding internasional untuk mengoleksi poin peringkat dunia tanpa harus mengikuti kejuaraan di luar negeri.
"Jaya Raya Junior International Grand Prix merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mendukung regenerasi bulu tangkis Indonesia. Turnamen ini memberi kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding internasional, mengukur kemampuan mereka melawan pemain dari berbagai negara, sekaligus membangun mental juara sejak usia dini," papar Rosiana melalui siaran pers PB Jaya Raya, Selasa (7/7).
JRJIGP 2026 diikuti 981 peserta dari 17 negara termasuk tuan rumah. Pada edisi tahun ini, pertandingan terbagi atas tiga kelompok usia, yaitu pemula U-15, remaja U-17, dan taruna U-19. Sebanyak 14 gelar juara akan diperebutkan melalui nomor tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta ganda campuran yang khusus dimainkan pada kategori U-17 dan U-19.
Rosiana pun berharap, JRJIGP 2026 menjadi ajang strategis untuk mengasah kemampuan atlet muda sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pembinaan bulu tangkis dunia. "Kami berharap ajang ini dapat terus menjadi tempat lahirnya calon-calon pemain dunia. Banyak atlet yang pernah bertanding di sini kemudian berkembang menjadi pemain nasional dan berprestasi di level internasional,” ungkap Rosiana.
Sementara itu hasil pertandingan hari pertama, Selasa (7/7), dari nomor tunggal putra U-15, Revie Israel Lumoindong meraih kemenangan. Wakil dari PB Jaya Raya ini menang dua gim langsung 21-5, 21-5 atas pemain Singapura, Jun Yang Ong dalam tempo 21 menit. "Saya masih beradaptasi dengan lapangan, tapi lumayan bisa mengurangi kesalahan sendiri. Lawan cukup bagus tapi saya coba menekan lebih awal. Targetnya bisa main bagus saja sebab banyak pemain yang lebih bagus lagi," ungkapnya.
Di nomor tunggal putri U-17, kejutan diberikan pemain tuan rumah Zamraliani Arifianto yang mengalahkan unggulan ketiga asal Ukraina, Yelyzaveta Gusarenko, dengan skor 21-9, 21-10 dalam tempo 26 menit. "Tadi saya sempat tegang karena lawan pemain asing. Tapi saya coba bermain lebih sabar, minimal tidak membuat kesalahan," ujar Zamraliani usai berlaga.
Ia mengakui, kepercayaan dirinya meningkat setelah bisa mengalahkan pemain asing yang menjadi unggulan. “Target saya menembus final di tahun ini,” imbuhnya.
Di nomor tunggal putra U-17, Alvin Jefferson Kusuma (PB Jaya Raya) menang atas Muhamad Qaliff dari Malaysia 21-11, 21-12. Unggulan kedua tuan rumah ini mengaku masih banyak melakukan kesalahan sendiri dan sempat berada dalam tekanan lawan. "Lawan bermain bagus dan saya bermain kurang maksimal, banyak melakukan kesalahan," demikian Alvin.


