Keberhasilan Prancis meraih medali perak pada Piala Thomas 2026 menjadi salah satu bukti perkembangan tersebut. Namun, dua medali emas yang mereka bawa pulang dari New Delhi kian mempertegas pesatnya kemajuan Prancis. Sejak Kejuaraan Dunia edisi perdana pada 1977, ketika Denmark memborong tiga medali emas, belum ada negara Eropa lain yang mampu meraih lebih dari satu gelar juara dalam satu edisi.
Kedalaman skuad tunggal putra Prancis, yang menjadi salah satu kunci keberhasilan mereka di Piala Thomas, kembali terlihat di Kejuaraan Dunia. Alex Lanier menjadi salah satu talenta muda yang terus berkembang, sementara Christo Popov berstatus andalan utama setelah meraih gelar BWF World Tour Finals 2025 pada Desember lalu dan Japan Open 2026, Juli lalu.
Meski Popov harus tersingkir pada babak pertama dan sang kakak, Toma Junior Popov, terhenti di babak 16 besar, Prancis tetap mampu menempatkan Lanier sebagai juara dunia. Hasil tersebut menjadi gambaran nyata kedalaman kualitas tunggal putra mereka sekaligus menegaskan bahwa kekuatan Prancis tidak bertumpu pada satu pemain saja.
Perjalanan ganda campuran Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, menuju podium tertinggi juga tidak kalah mengesankan. Mereka berhasil menyingkirkan dua pasangan unggulan teratas dalam perjalanan menuju gelar juara, sekaligus mengantarkan Prancis meraih medali emas pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Kejuaraan Dunia.
Hasil Mengecewakan bagi China
Dominasi China di BWF World Championships 2026 juga mengalami penurunan dibandingkan ekspektasi. Skuad negeri "Tirai Bambu" membawa pulang satu medali emas, dua perak, dan tiga perunggu dari New Delhi. Dua kekalahan di partai puncak menjadi pukulan paling telak, setelah pasangan unggulan Liu Sheng Shu/Tan Ning di ganda putri serta Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping di ganda campuran sama-sama gagal menuntaskan turnamen dengan gelar juara.
Perhatian China pun diperkirakan akan semakin tertuju pada sektor tunggal putra. Shi Yu Qi yang gagal mempertahankan performa yang membawanya menjadi juara dunia pada tahun lalu, sementara para pemain muda yang diharapkan menjadi penerus belum menunjukkan perkembangan yang cukup untuk bersaing di papan atas. Di tunggal putri, Wang Zhi Yi masih menjadi harapan utama China untuk menandingi An Se Young, tetapi pemain Korea Selatan tersebut kini telah menciptakan jarak yang cukup lebar dari para pesaingnya.
Hasil serupa juga dialami sejumlah kekuatan bulu tangkis Asia lainnya. Indonesia, Thailand, India, dan Taiwan, masing-masing hanya mampu membawa pulang satu medali perunggu dari kejuaraan ini.
Pencapaian Pan Am
Sementara itu, kawasan Pan Amerika (Pan Am) juga memiliki sejumlah catatan positif di New Delhi. Victor Lai kembali tampil mengesankan untuk Kanada dengan meraih medali perunggu di nomor tunggal putra, sekaligus mengulangi pencapaian serupa. Rekan senegaranya yang lebih senior, Michelle Li, turut mencatatkan perjalanan impresif dengan menembus perempat final setelah melewati pertandingan sengit melawan Unnati Hooda dan Tomoka Miyazaki. Sementara itu, Brian Yang harus menghadapi tantangan berat sejak babak pertama ketika bertemu Loh Kean Yew dan akhirnya tersingkir setelah melalui pertandingan ketat.
Dari skuad Amerika Serikat (AS), perhatian tertuju kepada pemain muda Garret Tan yang menjadi salah satu kejutan di BWF World Championships 2026. Tan secara mengejutkan menyingkirkan pemain tuan rumah, Lakshya Sen, pada babak kedua dan melangkah lebih jauh di turnamen tersebut.
Di nomor ganda campuran, Presley Smith/Jennie Gai juga memberikan perlawanan sengit kepada Gicquel/Delrue, tetapi kalah 24-22, 21-16. Sementara itu, pasangan ganda putri AS, Lauren Lam/Allison Lee, yang berstatus unggulan ke-16, harus mengakhiri langkah setelah bertemu Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, pasangan yang sedang berada dalam performa terbaik dan akhirnya meraih medali perunggu.
Para Pejuang Veteran
Meski generasi baru mulai menunjukkan kematangan melalui sosok seperti Lanier, Lai, Alwi Farhan, dan Ayush Shetty, para pemain senior belum sepenuhnya kehilangan tempat di panggung elite. Salah satu contoh paling menonjol adalah Chou Tien Chen, yang pada usia 36 tahun masih mampu tampil bugar dan lincah. Pemain Taiwan tersebut menyingkirkan Yushi Tanaka dan Alwi dalam perjalanannya meraih medali di nomor tunggal putra sekaligus menjadi peraih medali tertua di nomor tersebut.
Hal serupa terlihat pada Lee So Hee yang sukses meraih gelar juara dunia pada usia 32 tahun dan tercatat sebagai juara ganda putri tertua. Pencapaian tersebut menjadi gambaran bahwa pemain-pemain elite saat ini mampu menjaga performa dan memperpanjang karier mereka di level tertinggi jauh lebih lama dibandingkan generasi sebelumnya.
Penegasan Dominasi
An Se Young tiba di BWF World Championships 2026 dengan kondisi kaki kiri yang masih menyisakan rasa sakit akibat cedera yang dialaminya di Japan Open 2026. Namun, pebulu tangkis tunggal putri Korea Selatan tersebut mampu membuktikan kualitasnya dengan kembali merebut gelar juara dunia tanpa kehilangan satu gim pun sepanjang turnamen. Menurut An, salah satu kunci keberhasilannya adalah belajar dari kesalahan masa lalu dan tidak mengulanginya. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat yang patut diwaspadai oleh para rivalnya.
Kisah-kisah Inspiratif
Seperti pada edisi-edisi sebelumnya, BWF World Championships 2026 juga menghadirkan sejumlah kisah inspiratif dari para pemain yang mampu bangkit dari berbagai tantangan. Salah satunya datang dari Treesa Jolly yang sempat menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memulihkan cedera pergelangan kaki yang dialaminya awal tahun ini. Tampil di hadapan publik sendiri, Treesa mampu kembali menunjukkan performa terbaik dan mengakhiri turnamen dengan medali perunggu bersama partnernya, Gayatri Gopichand Pullela.
Kisah serupa ditorehkan oleh Pornpawee Chochuwong yang juga tidak asing dengan persoalan cedera sepanjang kariernya. Tunggal putri Thailand tersebut akhirnya meraih medali perunggu setelah mencatatkan kemenangan penting atas unggulan keempat asal China, Chen Yu Fei, sebuah pencapaian yang menjadi salah satu momen istimewa dalam perjalanan kariernya.


