Usai pertandingan, Amri tetap mengungkapkan rasa syukur karena berhasil membawa pulang keping perunggu dari ajang bergengsi tersebut. Ia dan Nita juga mengakui keunggulan Feng/Huang yang mampu mengatasi perlawanan mereka pada pertandingan yang berlangsung ketat hingga poin-poin akhir. "Ini hasil terbaik yang kami bisa berikan buat Indonesia," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Untuk pertandingan hari ini berjalan cukup baik dari awal sampai akhir. Terutama di gim ketiga dengan tensi yang luar biasa, dengan fokus tingkat tinggi, sayang memang kami tidak bisa convert," Amri, menambahkan.
Sementara itu, Nita mengungkapkan Amri/Nita tetap berusaha menjaga fokus ketika Feng/Huang hanya membutuhkan satu poin untuk menutup gim pertama. Mereka tidak ingin memikirkan situasi tersebut dan memilih berkonsentrasi pada setiap poin yang masih bisa diperoleh serta tetap menjalankan pola permainan yang telah disiapkan. "Sama-sama cari jalan keluar, harus bagaimana, harus main apa. Akhirnya bisa mengejar dan balik ambil keunggulan," jelasnya.
Amri juga menilai, pertandingan berlangsung sengit karena kedua pasangan sama-sama memiliki ambisi besar untuk mencapai final dan meraih gelar juara. Keinginan yang sama untuk memenangkan pertandingan membuat persaingan berjalan ketat sejak awal hingga poin-poin terakhir. "Saya rasa ini menambah kepercayaan diri buat kami berdua untuk bisa konsisten tampil seperti ini, untuk bisa tambah latihannya lagi supaya jadi lebih baik lagi," ujarnya.
"Podiumnya bisa lebih tinggi lagi," demikian Amri.
Perolehan medali perunggu pada BWF World Championships 2026 ini sekaligus mengulang pencapaian Indonesia pada edisi sebelumnya di Paris, Prancis, setahun lalu. Saat itu, Putri Kusuma Wardani menyumbangkan medali perunggu melalui nomor tunggal putri.


