Kejuaraan Dunia 2026 - Juara Tak Kenal Usia

Mohammad Ahsan & Hendra Setiawan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Mohammad Ahsan & Hendra Setiawan (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Gelar juara BWF World Championships merupakan salah satu pencapaian paling bergengsi dalam dunia bulu tangkis. Meski mayoritas juara meraihnya saat berada di usia emas, yakni 20-an, ketika kondisi fisik mencapai puncaknya, sejumlah pebulu tangkis mampu mematahkan anggapan tersebut dengan menjadi juara dunia setelah menginjak usia 30 tahun, membuktikan bahwa pengalaman dan kematangan permainan dapat mengimbangi bahkan melampaui faktor usia.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya, Sabtu (27/6), menyoroti lima pebulu tangkis tertua yang sukses meraih gelar juara BWF World Championships, yang membuktikan bahwa pengalaman dan kematangan mampu mengantarkan atlet meraih gelar juara dunia, meski telah melewati usia emasnya.

Hendra Setiawan (Indonesia) – 35 tahun
Hendra menjadi pebulu tangkis tertua yang berhasil menjuarai BWF World Championships. Ia merebut gelar ganda putra 2019 bersama Mohammad Ahsan tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-35. Gelar juara tersebut menjadi yang keempat bagi Hendra setelah sukses pada 2007, 2013, dan 2015, sekaligus menandai rentang 12 tahun antara gelar juara dunia pertamanya dan terakhir, yang menjadi bukti konsistensi dan ketahanan karier yang luar biasa.

Pada partai puncak di Basel, Swiss, pasangan berjuluk "The Daddies" itu menundukkan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor 25-23, 9-21, 21-15 dalam pertandingan berdurasi 64 menit. Kemenangan tersebut semakin mengukuhkan Hendra/Ahsan sebagai salah satu ganda putra terbaik dalam sejarah bulu tangkis.

Thomas Kihlström (Swedia) – 34 tahun, 148 hari
Kihlström menempati urutan kedua dalam daftar pebulu tangkis tertua yang menjuarai BWF World Championships. Pada usia 34 tahun 148 hari, pemain asal Swedia itu merebut gelar ganda campuran 1983 di Kopenhagen bersama Nora Perry setelah mengalahkan pasangan tuan rumah, Steen Fladberg/Pia Nielsen, dengan skor 15-1, 15-11. Rekor Kihlström sebagai juara dunia tertua bertahan selama 36 tahun sebelum akhirnya dilampaui oleh Hendra pada edisi 2019.

Mohammad Ahsan (Indonesia) – 31 tahun, 352 hari
Ahsan berada di urutan berikutnya setelah meraih gelar juara dunia ketiganya bersama Hendra, saat usianya belum genap 32 tahun. Bertolak belakang dengan dua final sebelumnya yang dimenangi melalui dua gim langsung, "The Daddies" harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan Hoki/Kobayashi lewat rubber game di final BWF World Championships 2019 di Basel.

Liliyana Natsir (Indonesia) – 31 tahun, 352 hari
Sebagai salah satu legenda ganda campuran dunia, Butet, sapaan akrab Liliyana, meraih gelar juara dunia keempat sekaligus yang terakhir pada BWF World Championships 2017 di Glasgow bersama Tontowi Ahmad. Sebelumnya, Butet lebih dahulu menjadi juara dunia pada 2005 dan 2007 bersama Nova Widianto.

Pada partai puncak, Owi/Butet mengalahkan pasangan muda China yang tengah naik daun, Zheng Si Wei/Chen Qing Chen. Kemenangan tersebut melengkapi koleksi gelar bergengsi pasangan "Merah Putih" itu, setahun setelah mereka mempersembahkan medali emas pada Olimpiade Rio 2016.

Thomas Laybourn (Denmark) – 31 tahun, 320 hari
Laybourn menutup daftar lima pebulu tangkis tertua yang menjuarai BWF World Championships. Bersama Kamilla Rytter Juhl, ia merebut gelar ganda campuran pada edisi 2009 di Hyderabad, India. Dalam perjalanan menuju gelar juara, pasangan Denmark itu menyingkirkan tiga pasangan peringkat teratas dunia. Mereka kemudian memastikan medali emas usai mengalahkan juara bertahan Nova/Butet dengan skor 21-13, 21-17 pada final.

Akankah rekor tersebut terpecahkan pada BWF World Championships 2026? BWF World Championships 2026 akan memasuki edisi ke-30 dan berlangsung pada 17–23 Agustus di New Delhi, India. Nah, di antara para pemain yang diproyeksikan menjadi unggulan delapan besar di masing-masing nomor, hanya Chou Tien Chen yang mempunyai peluang realistis untuk mencatat sejarah sebagai juara dunia tertua.

Jika tunggal putra andalan Taiwan itu mampu menembus final dan keluar sebagai juara, usianya akan mencapai 36 tahun 227 hari saat laga puncak berlangsung. Catatan tersebut akan melampaui rekor Hendra sebagai juara dunia tertua.

Apabila berhasil mewujudkannya, pencapaian Chou akan menjadi salah satu prestasi paling luar biasa dalam sejarah bulu tangkis, mengingat tingginya tuntutan fisik dan persaingan di sektor tunggal putra pada era modern.