Selama bertahun-tahun, Beiwen Zhang menjadi salah satu sosok yang menjaga eksistensi AS di panggung internasional. Meski Zhang masih menjadi pesaing kuat di sektor tunggal putri, perkembangan paling menarik justru datang dari nomor ganda, ketika sejumlah pemain muda AS mulai menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa bulan terakhir.
Kemajuan tersebut tecermin dari posisi mereka dalam daftar unggulan BWF World Championships 2026. Dua pasangan masuk dalam daftar unggulan, yaitu Presley Smith/Jennie Gai yang menempati unggulan ke-14 di ganda campuran serta Lauren Lam/Allison Lee sebagai unggulan ke-16 ganda putri. Sementara itu, tiga pasangan lainnya, Chen Zhi Yi/Presley Smith di ganda putra, Francesca Corbett/Jennie Gai (ganda putri), serta Chen Zhi Yi/Francesca Corbett (ganda campuran), memang tidak berstatus unggulan, tetapi memiliki potensi untuk memberikan kejutan. Menembus perempat final bukan sesuatu yang mustahil bagi mereka.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), melalui lamannya pada Kamis (13/8), menyoroti kemampuan para wakil AS dalam menyulitkan pemain-pemain papan atas. Meski belum mampu membukukan rentetan kemenangan panjang dalam satu turnamen, mereka semakin konsisten memberikan perlawanan sengit kepada pasangan yang menghuni peringkat 10 besar dunia. Contoh terbaru terlihat di Japan Open 2026 ketika Lam/Lee menumbangkan pasangan peringkat ke-3 dunia asal Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee, pada babak kedua. Di turnamen yang sama, Chen/Smith juga mencatatkan dua kemenangan impresif atas pasangan Malaysia, Junaidi Arif/Yap Roy King, serta wakil Denmark, Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard.
Smith/Gai juga mengawali musim dengan hasil positif di Malaysia Open 2026. Mereka mengalahkan pasangan tuan rumah Goh Soon Huat/Shevon Lai Jemie dalam perjalanan menuju perempat final turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut. Setelah itu, keduanya beberapa kali memberikan perlawanan ketat kepada pasangan papan atas China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui. Pasangan yang kini berada di peringkat ke-17 dunia tersebut bahkan mampu menembus semifinal tiga turnamen Tur Dunia BWFsecara beruntun pada pertengahan musim, sehingga semakin sulit untuk ditaklukkan.
Sementara itu, Corbett/Gai mencatatkan salah satu kemenangan terbesar mereka di Polytron Indonesia Open 2026 ketika menumbangkan pasangan kuat China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada babak pertama. Sejumlah hasil positif lainnya saat menghadapi Rui Hirokami/Sayaka Hobara serta Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun, ditambah perlawanan sengit ketika berjumpa Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dan Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard sepanjang musim, menunjukkan bahwa ganda putri AS mulai mendekati terobosan besar.
Perkembangan tersebut tentu tidak terjadi dalam semalam. Namun, kemunculan sejumlah pemain muda berbakat secara bersamaan turut mempercepat kebangkitan sektor ganda AS. Masing-masing memiliki perjalanan yang berbeda. Lee dan Corbett, misalnya, telah menonjol sejak level junior dan bahkan mencapai final BWF World Junior Championships di kampung halaman mereka, Spokane, tiga tahun lalu. Lam mengawali karier sebagai pemain tunggal sebelum beralih ke ganda dan berpasangan dengan Paula Lynn Obanana, yang kini menjadi pelatihnya. Smith menempuh jalur berbeda setelah karier profesionalnya berkembang pesat sejak pindah ke Taipei saat masih remaja. Sementara itu, Chen tumbuh dari keluarga bulu tangkis. Ayahnya, Chen Kang, merupakan mantan pemain China yang kemudian menjadi pelatih tim Hong Kong, sedangkan saudaranya, Chen Zhi Ray, memperkuat Taiwan.
Kebangkitan bulu tangkis AS tersebut datang pada momentum yang tepat, ketika Olimpiade Los Angeles (LA) 2028 tinggal dua tahun lagi. Para pemain akan memasuki BWF World Championships 2026 dengan relatif minim tekanan dan ekspektasi, tetapi juga membawa keyakinan bahwa mereka mampu melangkah jauh dan semakin mengukuhkan keberadaan AS di persaingan ganda dunia.
"Hal itu memberi kami sedikit gambaran tentang apa yang mungkin terjadi jika kami terus melanjutkannya. Dan itu membuat kami ingin meraih lebih banyak lagi. Kami sangat bahagia, tetapi saat kami menang, saya bahkan tidak ingat apa yang sebenarnya terjadi. Rasanya seperti, apa pun yang terjadi satu jam sebelumnya, semuanya terasa begitu menyatu dengan momen saat itu," Lam berkomentar, mengenai kemenangan mereka baru-baru ini atas pasangan Baek/Lee, sebagaimana dilaporkan BWF.
"Namun, hal itu jelas memberi kami gambaran tentang apa yang mungkin terjadi di masa depan dan tujuan yang sedang kami upayakan. Jadi, menurut saya itu sangat bagus bagi kami, dan banyak orang juga mendatangi kami, yang membuat perasaan kami jauh lebih baik," Lam, menjelaskan
Lee berpendapat, peningkatan performa para pemain AS juga tidak terlepas dari kemampuan mereka dalam mengelola aspek mental saat bertanding. Setelah menjalani persaingan di Tur Dunia BWF selama dua tahun atau lebih, pengalaman yang mereka kumpulkan mulai membantu mereka tampil lebih tenang dan mampu menghadapi situasi pertandingan dengan lebih baik. "Saya sangat yakin, menikmati permainan adalah hal yang penting. Jika terus berpikir berlebihan dan merasa stres memikirkan sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi, fokus kita justru bisa terganggu. Karena itu, kita harus sepenuhnya fokus pada momen yang sedang dijalani. Sebab, ketika pertandingan berlangsung, tidak banyak hal lain yang bisa kita lakukan," jelasnya.
Lee/Lam akan tiba di New Delhi setelah menjalani sesi latihan bersama salah satu tim universitas di Korea Selatan sebagai bagian dari persiapan akhir menuju BWF World Championships 2026.
Perkembangan positif yang mereka rasakan juga sejalan dengan penilaian Smith ketika tampil di Polytron Indonesia Open 2026. Saat itu, Smith/Chen hampir menumbangkan pasangan tuan rumah, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Smith menilai, performa mereka semakin padu sekaligus mendapat dukungan kuat dari para pelatih di AS dan sponsor untuk terus meningkatkan level permainan.
Meski tren performa terus menanjak, para pemain AS tetap berhati-hati dalam menilai peluang mereka di New Delhi. Mereka memilih menikmati dan mensyukuri pencapaian yang telah diraih sejauh ini, sementara status unggulan yang disandang sejumlah pasangan menjadi bukti bahwa mereka kini mulai dipandang sebagai pesaing serius, bukan sekadar pelengkap persaingan. "Awalnya, melihat itu, benar-benar tidak terduga," ujar Lam mengenai status unggulan ke-16 tersebut.
"Beberapa orang mengirimkan kabar itu melalui Instagram dan saya langsung berpikir, 'Oh, saya sama sekali tidak menyadarinya.' Rasanya agak aneh melihat nama kami tercantum di sana. Namun, di sisi lain, kami juga merasa bangga karena kerja keras yang kami lakukan dalam latihan dan pertandingan selama ini akhirnya membuahkan hasil," pungkasnya.


