Pada laga final, Minggu (23/8), Baek/Lee memutus paceklik gelar Korea Selatan di ganda putri selama 31 tahun setelah menundukkan pasangan nomor satu dunia asal China, Liu Sheng Shu/Tan Ning. Ganda putri peringkat ketiga dunia tersebut tampil solid untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung 21-15, 21-15 dalam tempo 51 menit.
Mengutip laman BWF, kemenangan Baek/Lee menjadi kejutan karena Liu/Tan datang dengan modal lima kemenangan beruntun dalam pertemuan sebelumnya. Namun, pasangan China tersebut tidak mampu menunjukkan energi dan agresivitas seperti biasanya. Sebaliknya, Baek/Lee tampil lebih sabar, mampu menjaga kontrol permainan, dan memanfaatkan sejumlah kesalahan sendiri yang dilakukan Liu/Tan.
"Saya tidak menyangka bisa memenangkan emas kejuaraan dunia di usia 32 tahun. Namun, berkat bantuan Baek Ha Na, saya berhasil mencapainya," ujar Lee.
Lee menjelaskan, mereka berupaya bermain lebih aman dengan menghindari kesalahan-kesalahan sederhana sepanjang pertandingan. Kondisi angin di lapangan juga menjadi perhatian, sehingga mereka berusaha memastikan setiap pukulan tetap terarah dan jatuh di dalam area permainan. "Kami awalnya tidak sadar bahwa kami adalah pasangan Korea pertama yang menang dalam 31 tahun terakhir, tetapi setelah mengetahui kami telah mencetak sejarah, kami merasa sangat bahagia." tanggapnya.
Euforia Korea Selatan pada BWF World Championships 2026 berlanjut setelah An berhasil mempertahankan gelar juara dunia. Keberhasilan tersebut melengkapi dua gelar yang diraih Korea Selatan pada edisi tahun ini.
Pada pertandingan final, An bertemu wakil Jepang, Akane Yamaguchi, yang tampil sebagai salah satu tunggal putri paling konsisten hingga paruh musim dengan melaju ke enam final secara beruntun sebelum kejuaraan dunia. Namun, Yamaguchi gagal membendung permainan An yang tampil dominan untuk mengunci kemenangan dua gim 21-17, 21-14 dalam tempo 49 menit.
An menunjukkan permainan yang nyaris sempurna secara teknis dengan memadukan kecepatan, kekuatan, dan akurasi. Ia tidak memberikan ruang bagi Yamaguchi untuk mengambil alih kendali pertandingan. Mengutip laman BWF, jalannya laga antara pemain peringkat pertama dan kedua dunia tersebut bahkan sudah mengarah jelas kepada kemenangan An, sebelum poin penentu pertandingan diraih.


