Kejuaraan Dunia 2026 - Lima Ganda Putri yang Patut Diwaspadai

Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by

Jakarta | Sejak mulai berkompetisi di BWF World Championships, China menjadi salah satu kekuatan dominan di sektor ganda putri dan kerap memboyong pulang keping emas. Dari seluruh edisi yang mereka ikuti, China hanya tiga kali gagal meraih gelar juara. Menjelang BWF World Championships 2026 di New Delhi, dominasi tersebut kembali menjadi sorotan setelah pasangan juara bertahan Liu Sheng Shu/Tan Ning menjadi ujung tombak Negeri Tirai Bambu yang berambisi mempertahankan gelar.

Selain Liu/Tan, China juga menurunkan dua pasangan unggulan lainnya, yakni Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian sebagai unggulan keempat serta Li Yi Jing/Luo Xu Min yang menempati unggulan kedelapan. Kehadiran ketiga pasangan tersebut membuat upaya para pesaing untuk memutus dominasi China di sektor ganda putri dipastikan tidak mudah.

Meski demikian, persaingan perebutan gelar masih terbuka lebar. Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia memiliki sejumlah pasangan tangguh yang berpotensi memberikan perlawanan sekaligus merebut kendali persaingan dari para wakil China.

Berikut ulasan yang dimuat Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya pada Selasa (11/8), mengenai sejumlah pasangan yang dinilai sebagai kandidat kuat perebut gelar juara di sektor ganda putri BWF World Championships 2026:

Liu Sheng Shu/Tan Ning
Pasangan juara bertahan asal China ini meneruskan tongkat estafet dari senior mereka, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, dengan torehan prestasi gemilang dalam waktu relatif singkat. Didukung keunggulan fisik, kemampuan menyerang yang kuat, serta penguasaan seluruh area lapangan, Liu/Tan telah menetapkan standar baru di sektor ganda putri. Dengan usia yang masih muda, perjalanan mereka di panggung elite dunia pun dinilai baru memasuki tahap awal.

Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto
Fukushima telah tiga kali mencapai partai final BWF World Championships, tetapi belum sekalipun mengangkat trofi. Ironisnya, salah satu penghalang dalam perjalanan tersebut adalah pasangannya sendiri. Matsumoto, ketika masih berduet dengan Wakana Nagahara, dua kali menggagalkan upaya Fukushima bersama Sayaka Hirota untuk merebut gelar bergengsi tersebut. Pada musim kompetisi tahun ini, Fukushima/Matsumoto tampil konsisten dan impresif dengan menjuarai India Open 2026 serta menembus partai puncak pada turnamen di India dan China.

Baek Ha Na/Lee So Hee
Pasangan Korea Selatan ini kembali menunjukkan konsistensi sepanjang musim, meski belum mampu mengonversi dua penampilan di final turnamen level Super 1000 menjadi gelar juara. Baek/Lee tetap menjadi pasangan yang patut diperhitungkan, terlebih setelah mencapai semifinal China Open 2026, turnamen Tur Dunia BWF terakhir yang mereka ikuti. Hasil tersebut menjadi modal bagi keduanya untuk mempertahankan momentum dan memburu podium tertinggi pertama sejak dipasangkan.

Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian
Jia Yi Fan datang dengan ambisi mencetak sejarah setelah mengoleksi empat medali emas BWF World Championships bersama Chen Qing Chen. Jika kembali menjadi juara, Jia akan mengoleksi lima gelar juara dunia sekaligus menjadi pemain tersukses dalam satu kategori ganda. Bersama Zhang Shu Xian, ia telah mencapai empat final sepanjang musim ini, dengan dua di antaranya berujung gelar juara di Singapura dan Australia.

Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong
Setelah sempat menepi cukup lama akibat cedera, Kong Hee Yong kembali menunjukkan performa gemilang bersama Kim Hye Jeong di Japan Open 2026. Keduanya bahkan menghadirkan salah satu laga paling dramatis dalam perjalanan mereka ketika menghadapi Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian pada partai final. Gim penentuan berlangsung ketat hingga berakhir 30-29 untuk kemenangan Kim/Kong. Berbekal kemenangan tersebut menjelang BWF World Championships 2026, pasangan Korea Selatan itu mengincar pencapaian yang belum diraih ganda putri negaranya sejak 1995, yaitu merebut gelar juara dunia.

Selain lima pasangan tersebut, BWF juga menyoroti sejumlah kandidat kuat lainnya, yaitu Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (Malaysia), Rin Iwanaga/Kie Nakanishi (Jepang), serta Rui Hirokami/Sayaka Hobara (Jepang). Dari luar kelompok unggulan utama, Lauren Lam/Allison Lee (Amerika Serikat) juga patut diperhatikan, begitu pula pasangan tuan rumah India, Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, yang berpeluang memanfaatkan dukungan publik New Delhi untuk memberikan kejutan.