Pearly/Thinaah mengawali musim 2026 dengan gemilang setelah menjuarai Indonesia Masters pada Januari. Namun, konsistensi mereka kemudian terusik setelah Pearly mengalami cedera punggung pada April. Pasangan peraih medali perak BWF World Championships 2025 di Paris, Prancis, itu pun harus bekerja keras untuk kembali ke performa terbaik dan mengulang pencapaian di panggung dunia.
Pada BWF World Championships 2026, Pearly/Thinaah mendapatkan bye pada babak pertama dan berpeluang menghadapi pasangan peringkat ke-22 dunia asal Turki, Bengisu Erçetin/Nazlıcan İnci, di babak kedua. Jika mampu melewati rintangan tersebut, pasangan peringkat ke-13 dunia asal Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, berpotensi menjadi lawan mereka di babak ketiga.
Jalur Pearly/Thinaah kemudian berpotensi semakin berat di perempat final karena mereka kemungkinan bertemu pasangan Korea Selatan, Baek Ha Na/Lee So Hee. Pasangan peringkat ke-3 dunia itu mengalahkan Pearly/Thinaah di semifinal All England 2026 dan kini unggul 4-3 dalam catatan head-to-head.
Rexy mengatakan, Pearly kini sudah tidak lagi terkendala cedera punggung yang sempat mengganggu momentum pasangan peringkat kelima dunia tersebut pada awal musim. Ia pun optimistis setelah melihat sesi latihan terbaru Pearly/Thinaah yang menunjukkan tanda-tanda kembalinya gaya permainan agresif, yang menjadi salah satu kunci penampilan terbaik mereka. "Mereka sudah menemukan kembali ritme permainan agresif mereka," ujar Rexy, sebagaimana dilaporkan New Straits Times pada akhir pekan lalu.
"Tempo permainan mereka memang belum mencapai 100 persen, tetapi kami berharap mereka bisa mencapai setidaknya 90 hingga 98 persen sebelum berangkat ke New Delhi. Itu seharusnya sudah cukup bagi mereka," tambahnya.
Ketika ditanya apakah Pearly masih merasakan ketidaknyamanan akibat cederanya, dengan tegas Rexy menjawab, "Tidak! Sama sekali tidak."
Selain tantangan dari jalur pertandingan, Rexy mengingatkan, Pearly/Thinaah juga perlu mempersiapkan diri menghadapi kondisi lingkungan dan kesehatan selama berada di New Delhi. Laman media negeri jiran itu melaporkan, para pemain sempat mengeluhkan kondisi arena yang dinilai kurang higienis ketika India Open 2026, Januari lalu.
Sejumlah persoalan bahkan muncul hampir setiap hari selama turnamen, termasuk gangguan pada pertandingan semifinal akibat kotoran dan ranting dari sarang burung yang jatuh ke lapangan. Kotoran burung juga terlihat di sekitar area pertandingan, sementara siaran televisi sempat menampilkan seekor monyet yang masuk ke tribune penonton.
Rexy, yang terakhir kali bertanding di Indira Gandhi Arena pada 1993, menilai kondisi tersebut masih menjadi perhatian. Ia berkaca pada berbagai persoalan yang terjadi selama India Open 2026 dan meminta para pemain untuk mengantisipasi tantangan serupa saat kembali bertanding di arena tersebut. "Kami harus tahu cara menjaga diri sendiri. Para pemain sudah berpengalaman. Saya bahkan tidak perlu mengingatkan mereka. Justru merekalah yang memberi tahu saya, 'Anda perlu membawa ini dan itu'," ujarnya.
Kini, usai Pearly terbebas dari cedera, fokus persiapan menuju BWF World Championships 2026 bakal diarahkan untuk mengembalikan ritme permainan Pearly/Thinaah, sekaligus mempertajam gaya agresif yang menjadi kekuatan utama mereka. Dengan persiapan tersebut, mereka diharapkan mampu kembali tampil optimal dan memburu medali dunia lainnya di New Delhi.


