Kejuaraan Dunia 2026 - Pertanda Baik Victor Lai

Victor Lai (Djarum Badminton)
Victor Lai (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Menjelang BWF World Championships 2026 di New Delhi, India, Agustus mendatang, perhatian tertuju kepada pemain tunggal putra Victor Lai yang tampil impresif dalam setahun terakhir. Penampilannya mulai mencuri perhatian khalayak ketika menembus final Canada Open 2025, lalu mencatat sejarah dengan mempersembahkan medali pertama bagi Kanada pada BWF World Championships 2025 di Paris, Prancis.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya, Kamis (25/6), menyebutkan, tren performa Lai yang terus menanjak menjadikannya sebagai salah satu pemain yang patut diperhitungkan pada BWF World Championships 2026. Setelah menembus semifinal India Open, ia kembali mencapai empat besar turnamen level BWF World Tour Super 1000 All England setelah menyingkirkan Alex Lanier asal Prancis, Lee Cheuk Yiu (Hong Kong), dan Koki Watanabe (Jepang).

Penampilan impresif tersebut berlanjut di Polytron Indonesia Open 2026. Pada debutnya di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Lai mampu beradaptasi cepat dengan atmosfer dan karakter lapangan, lalu menyingkirkan juara All England, Lin Chun-Yi (Taiwan), melalui dua gim. Ia terus melaju setelah mengalahkan Koki Watanabe (Jepang) dan Toma Junior Popov (Prancis), juga melalui kemenangan dua gim langsung.

"Saya pikir Istora (stadion yang) sangat besar. Saya belum pernah merasakan pengalaman bermain di arena seperti ini sebelumnya," ujarnya, mengenai tantangan bertanding di arena ikonik tersebut, dilansir laman BWF.

"Sangat sulit untuk berkonsentrasi. Suasananya sangat bising sepanjang waktu. Saya tidak bisa mendengar arahan pelatih dengan jelas, bahkan saat mencoba fokus pun konsentrasi saya sering terpecah karena gemuruh penonton," Lai, menambahkan.

Berbeda dengan sejumlah pemain papan atas yang kesulitan beradaptasi dengan kondisi angin dan laju kok yang cepat di Istora, Lai justru mampu memanfaatkannya dengan baik. Menurutnya, kunci menghadapi kondisi tersebut adalah kepercayaan diri terhadap kualitas sentuhan pukulan. "Ini sangat bergantung pada kepercayaan diri terhadap sentuhan pukulan Anda," ujar atlet berusia 21 tahun tersebut.

Lai menilai, beradaptasi dengan kondisi lapangan di Istora ditentukan oleh kekuatan mental dan kepercayaan diri terhadap kemampuan teknik sendiri. Menurutnya, meski angin dan rasa gugup dapat menyulitkan pengendalian kok, pemain harus tetap yakin mampu menempatkan pukulan dengan akurat hingga ke area belakang lapangan. "Sungguh sulit. Beruntung kali ini saya didampingi pelatih," ujarnya.

"Ini adalah kali pertama saya mengikuti tur Asia. Suasananya sangat bagus untuk belajar. Turnamen pertama adalah Thailand (Open) dan saya belajar banyak dari kondisi di sana," tambahnya.

Lai kemudian berhasil melewati ujian berat di semifinal melawan Chou Tien Chen (Taiwan) dan final melawan tunggal putra andalan tuan rumah, Jonatan Christie. Meski tidak diunggulkan dan harus menghadapi Jojo, sapaannya, di hadapan publik Istora, Lai justru tampil tenang. Setelah kalah pada gim pertama, ia mampu membalikkan keadaan, sementara Jojo kehilangan momentum pada fase akhir pertandingan dengan kehilangan tujuh poin beruntun yang mengantarkan Lai meraih gelar juara terbesar dalam kariernya. 

"Saya tidak pernah membayangkan akan memenangkan gelar Super 1000, dan fakta bahwa ini adalah gelar pertama saya sungguh rasanya seperti masih bermimpi. Selama beberapa malam terakhir, saya memikirkan berbagai skenario di kepala saya, dan saya senang salah satunya menjadi kenyataan," ujar Lai dengan perasaan tak percaya. 

Lai berpendapat, gelar juara tersebut menjadi bukti, Kanada mampu bersaing di level tertinggi bulu tangkis dunia. Kepercayaan diri, arah pembinaan yang tepat, serta dukungan yang terus meningkat, menurutnya, menjadi fondasi penting bagi perkembangan bulu tangkis Kanada untuk terus melahirkan prestasi di masa depan. "Kami sudah pernah membuktikan melalui Michelle (Li) dan Brian (Yang) bahwa kami mampu bersaing dengan para pemain papan atas, dan saya berharap hari ini saya bisa menginspirasi anak-anak muda di Kanada untuk memiliki keyakinan," pungkasnya.