"Jalannya pertandingan hari ini, sebenarnya pola mainnya sudah sesuai. Namun, di gim pertama setelah bisa mengejar ketertinggalan kami malah tidak bisa memanfaatkan kesempatan," tutur Nita melalui keterangan pers Humas dan PP PBSI.
Nita mengakui, mereka berada di atas angin setelah unggul 20-16 pada gim kedua. Namun, mereka gagal memanfaatkan keunggulan tersebut hingga Chen/Toh mampu membalikkan momentum pertandingan. Menurutnya, situasi itu menjadi bahan evaluasi penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya. "Secara pola kami bisa mengimbangi. Namun, di poin akhirnya kami harus berani lebih nekat," katanya.
"Melawan wakil tuan rumah sebenarnya kami tidak ada beban dan lebih leluasa, karena bebannya pasti di mereka. Apalagi secara ranking mereka di atas kami," Nita, menambahkan.
Sementara itu, Amri berpendapat, pola permainan yang diterapkannya bersama Nita sebenarnya sudah berjalan sesuai rencana dan mereka sempat beberapa kali mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, lanjutnya, kurangnya keberanian dalam mengeksekusi pukulan serta ketenangan pada momen-momen penting membuat sejumlah peluang gagal dikonversi menjadi poin, lalu justru berbalik menguntungkan lawan. "Evaluasi kami ada teknik yang harus kami benahi serta harus bermain lebih berani lagi dan fokus per poin," pungkasnya.


