"Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Di gim pertama kami masih kaget dengan pola permainan lawan yang panjang-panjang lurus dan kami terbawa pola lawan, kami banyak kehilangan poin dan tertekan," kata Lanny kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 62 menit tersebut.
Lanny mengungkapkan, pada gim kedua mereka mendapat instruksi dari pelatih untuk mengubah pola permainan dan tidak terlalu banyak mengadu reli dengan Chen/Luo. Strategi tersebut berjalan efektif dan membawa mereka memenangi gim kedua. Namun, pada gim penentuan, mereka justru tertinggal cukup jauh sejak awal sehingga kesulitan untuk mengejar ketertinggalan hingga akhir pertandingan. "Keunggulan lawan tadi, mereka memiliki bola pembuka dan sambungan yang cukup bagus," katanya.
Sementara itu, Apri menyatakan, mereka baru dapat menemukan pola permainan yang tepat untuk menghadapi lawan pada pertengahan gim ketiga. Namun, saat momentum tersebut didapat, mereka sudah tertinggal cukup jauh sehingga sulit membalikkan keadaan. "Lawan terus menekan dan kami tertinggal cukup jauh," ungkapnya.
"Evaluasi ke depannya, kami harus punya pola permainan yang lebih taktis," demikian Apri.
Kekalahan di Malaysia Masters 2026 menambah catatan kurang memuaskan bagi Apri/Lanny dalam dua turnamen terakhir. Sebelumnya, pada Thailand Open 2026 pekan lalu, mereka terhenti di babak pertama setelah kalah dari pasangan Taiwan, Yi En Hsieh/Teng Chun Hsun, juga melalui pertarungan tiga gim.


