Malaysia Masters 2026 - Intanon Masih Haus Prestasi

Ratchanok Intanon (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Ratchanok Intanon (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Kuala Lumpur | Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya menyatakan, Ratchanok Intanon masih memiliki sentuhan magis di tangan, semangat membara di hati, dan kelincahan di kaki. Ketika seluruh elemen itu berpadu, hanya sedikit pemandangan di dunia bulu tangkis yang lebih memukau dibandingkan penampilan tunggal putri kawakan asal Thailand itu saat berada dalam performa terbaiknya.

Penilaian itu terbukti pada final Malaysia Masters 2026, Minggu (24/5), ketika Intanon menaklukkan Chen Yu Fei yang selama ini mendominasinya dalam rekor pertemuan. Sebelum laga final, pemain asal China itu unggul 19-3 dalam 22 pertemuan. Namun, dalam final berdurasi 50 menit, Intanon tampil nyaris sempurna hingga membuat Chen beberapa kali hanya bisa menggelengkan kepala. 

Intanon akhirnya memastikan gelar juara lewat kemenangan straight games 21-17, 21-15. "Sebuah penampilan yang hampir sempurna," tulis BWF.

Intanon melakukan lebih dari sekadar memenangkan gelar perdananya pada musim kompetisi tahun ini. Dengan mengalahkan musuh bebuyutannya itu, ia telah memberi sinyal bahwa ia masih jauh dari kata pensiun, meskipun termasuk tunggal putri veteran di usia 31 tahun.

"Saya tidak tahu apakah ini merupakan permainan terbaik saya. Namun, saya berusaha menjaga fokus dan mentalitas saya selama pertandingan," kata Intanon, yang hampir tidak melakukan kesalahan sepanjang pertandingan. 

Intanon mengaku sengaja mempelajari kembali pertandingan-pertandingan saat kalah dari Chen sebagai bagian dari persiapan menghadapi final. Menurut juara dunia 2013 itu, fokusnya tidak hanya tertuju pada penerapan strategi permainan, tetapi juga pada kesiapan mental untuk menghadapi upaya Chen yang kerap mengganggu ritme permainan lawan.

"Meskipun saya sudah senior, semangat saya masih muda. Lutut saya mungkin sudah tidak muda lagi, tetapi saya tetap menikmati setiap pertandingan. Saya belum tahu sampai kapan akan bermain, mungkin dua atau tiga tahun lagi. Yang pasti, saya masih ingin mengejar target yang belum tercapai, seperti meraih medali Asian Games. Jika bisa lolos ke Olimpiade, saya juga ingin memperjuangkan medali Olimpiade," demikian Intanon.