"Pertama, pasti bersyukur, selalu puji Tuhan karena selesai dengan tanpa ada yang cedera," ujarnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tapi, ya, memang cukup disayangkan tadi. Saat pertama cukup mendominasi jalannya permainan, tapi di gim kedua dia sedikit membaca permainan saya dan itu saya kurang siap untuk segera ganti pola permainan juga," Jojo, menjelaskan.
Jojo berpendapat, Hu mulai mampu membaca pola permainannya dengan lebih baik pada gim kedua. Menurutnya, Hu berupaya mengantisipasi bola-bola yang sebelumnya efektif menghasilkan poin di gim pertama, sekaligus mampu melancarkan beberapa serangan yang cukup menyulitkan sehingga pertandingan berlangsung lebih ketat. "Saya rasa itu tadi yang mengubah jalannya permainan," katanya.
Pada gim ketiga, lanjut Jojo, ia tertinggal dan berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Namun, saat skor mulai ketat, ketidaksabaran dalam beberapa momen krusial membuatnya gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan. "Jadi 1-2 poin itu cukup penting ketika hilang lagi. Membalikkan situasinya tidak mudah," katanya.
Menatap turnamen berikutnya, Jojo menegaskan persiapan menuju Singapore Open 2026 dan Indonesia Open 2026 harus dimatangkan lebih baik lagi. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki tantangan yang berbeda sehingga kesiapan fisik, teknik, dan mental perlu terus ditingkatkan. "Di sini, di Singapura dan di Indonesia, beda-beda kondisi lapangan dan shuttlecock nya, jadi harus cepat penyesuaiannya," pungkasnya.


