Orléans Masters 2026 - Amri/Nita Kalahkan Phuwanat/Benyapa dalam Laga Ketat

Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Orléans | Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menjadi ganda campuran Indonesia pertama yang memastikan tiket babak 16 besar Orléans Masters 2026, Rabu (18/3). Pasangan semifinalis Swiss Open 2026 itu harus bekerja keras melawan wakil Thailand, Phuwanat Horbanluekit/Benyapa Aimsaard, melalui pertarungan tiga gim 17-21, 21-18, 21-16 di Palais des Sports, Orléans, Prancis.

Amri/Nita tampil dominan pada awal gim pertama dengan unggul 6-1. Namun, Phuwanat/Benyapa mampu bangkit melalui permainan reli pendek berintensitas tinggi hingga menyamakan skor 7-7. Pertarungan ketat kembali terjadi hingga kedudukan imbang 9-9, lalu duo Thailand itu berbalik memimpin 11-10 saat interval.

Usai jeda, duel sengit berlanjut dengan pola reli cepat dan saling berbalas serangan hingga skor kembali imbang 15-15. Keunggulan permainan net Benyapa serta kombinasi serangan dari belakang oleh Phuwanat menjadi kunci bagi duo "Negeri Gajah Putih" itu untuk keluar dari tekanan lawan, mengantongi empat game point, dan mengunci kemenangan gim pertama 21-17 dalam tempo 15 menit.

Pada gim kedua, Amri/Nita langsung tancap gas dengan membuka keunggulan 4-0 dan terus menjaga momentum hingga memimpin 11-3 saat interval. Pasangan unggulan ketujuh itu bahkan sempat mencatat keunggulan terbesar 15-6. Namun, Phuwanat/Benyapa perlahan bangkit dan mulai memangkas ketertinggalan, meski Amri/Nita telah lebih dulu mengamankan lima game point.

Phuwanat/Benyapa terus menekan dan meraih tiga poin beruntun untuk memperkecil selisih menjadi 18-20. Meski demikian, Amri/Nita mampu menjaga fokus untuk menutup gim kedua 21-18, sekaligus memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Pada awal gim ketiga, duel reli pendek dengan tempo tinggi kembali tersaji, dengan selisih poin tak pernah lebih dari tiga angka hingga interval, saat Phuwanat/Benyapa memimpin 11-9. Usai jeda, Amri/Nita sempat menyamakan kedudukan pada 11-11 dan 12-12, kemudian mencatat lima poin beruntun untuk berbalik unggul 16-12.

Phuwanat/Benyapa sempat menghentikan laju lawan dan memangkas selisih menjadi 15-16. Namun, pada fase krusial, Amri/Nita mampu menjaga kendali permainan, mengantongi empat match point, dan menutup gim ketiga dengan skor 21-16 setelah pengembalian Benyapa menghantam net.