Hariyanto berpendapat, proses regenerasi membutuhkan waktu dan dukungan yang tepat. Ia menilai, para pemain muda "Merah Putih" memiliki kemampuan yang menjanjikan, tetapi masih memerlukan lebih banyak pengalaman bertanding di level internasional.
Dengan bertambahnya jam terbang dan frekuensi menghadapi pemain-pemain elite dunia, Hariyanto meyakini, para pemain muda tersebut akan semakin matang dan siap menjadi tulang punggung tunggal putra Indonesia pada masa mendatang. "Saya berharap pemain tunggal putra mampu tampil maksimal terutama pemain muda. Cuma perlu proses," ujar Hariyanto di sela-sela penyelenggaraan Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada akhir pekan lalu.
Menurut atlet yang menyabet gelar All England 1993 dan 1999 tersebut, untuk menjadi pemain level dunia diperlukan kerja keras dari setiap pemain baik mental maupun performa fisik. "Jam terbang harus lebih banyak, untuk mental dan menaikan ranking itu udah pasti. Cuma perlu waktu," demikian Hariyanto.


