Polytron Pontianak IC 2026 - Tuan Rumah Mendominasi

Kim Yu Jung/Lee Yu Lim (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Kim Yu Jung/Lee Yu Lim (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Pontianak | Tuan rumah Indonesia mendominasi podium tertinggi Polytron Pontianak International Challenge (IC) 2026 dengan meraih tiga gelar juara melalui sektor ganda putra, ganda campuran, dan tunggal putra. Sementara itu, India dan Korea Selatan masing-masing membawa pulang satu gelar dari nomor tunggal putri dan ganda putri.

Rangkaian partai final turnamen berlevel International Challenge tersebut berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (30/8), dan dibuka dengan laga ganda putri. Pasangan Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, tampil dominan untuk menundukkan wakil Taiwan, Tsai Ruo Lin/Wang Yi Zhen, melalui dua gim langsung 21-5, 21-14 dalam tempo 35 menit.

Partai berikutnya menyajikan all-Indonesian final di sektor ganda putra antara Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo. Gelar juara untuk tuan rumah akhirnya dipersembahkan Wahyu/Pulung setelah mengalahkan pasangan senior mereka tersebut melalui dua gim langsung 22-20, 21-15 dalam tempo 41 menit.

Pada partai ketiga, giliran tunggal putri yang mempertandingkan Tanvi Patri dari India melawan Kim Min Sun dari Korea Selatan. Patri tampil dominan sejak awal dan mengamankan gelar juara setelah menang dua gim 21-5, 21-6. Usai memastikan gelar juara, Tanvi mempersembahkan keberhasilannya kepada orang tua, pelatih, akademi, dan para sponsor yang telah memberikan dukungan sepanjang perjalanannya. 

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan turnamen di Pontianak yang dinilainya sangat baik, termasuk pencahayaan arena dan atmosfer pertandingan yang menurutnya lebih menyenangkan dibandingkan turnamen di negara lain. "Menurut saya, suasananya juga sangat menyenangkan dan penontonnya juga sangat ramah," tutur pemain berperingkat ke-132 dunia ini kepada wartawan

Tuan rumah kemudian menambah dua gelar juara melalui dua partai terakhir, masing-masing di sektor ganda campuran dan tunggal putra. Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu harus berjuang keras sebelum menundukkan pasangan Taiwan, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun, melalui rubber game 19-21, 27-25, 21-19. Setelah itu, Richie Duta Richardo melengkapi dominasi Indonesia dengan mengalahkan wakil India, Ginpaul Sonna, melalui dua gim langsung 24-22, 21-19.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI menyambut positif pencapaian tersebut. Ia menilai tiga gelar yang diraih Indonesia menjadi bukti, para pemain "Merah Putih" mampu memanfaatkan kesempatan dan tampil kompetitif di turnamen berlevel International Challenge tersebut. "Tentunya ini menjadi modal positif untuk menghadapi turnamen berikutnya. Harapannya, di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 level Super 100, para pemain Indonesia bisa kembali menunjukkan performa terbaik, bermain lebih konsisten, dan tentunya meraih hasil yang maksimal di hadapan dukungan masyarakat Pontianak," jelasnya.