Polytron Pontianak IC 2026 - Tyo/Pulung Debut Langsung Juara

Andrei Adistia, Wahyu Agung Prasetyo, Pulung Ramadhan, & Thomas Indratjaja (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Andrei Adistia, Wahyu Agung Prasetyo, Pulung Ramadhan, & Thomas Indratjaja (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Internasional ‐ Created by EL

Pontianak | Wahyu Agung Prasetyo/Pulung Ramadhan keluar sebagai juara Polytron Pontianak International Challenge (IC) 2026 setelah memenangi duel sesama ganda putra Indonesia melawan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan/Patra Harapan Rindorindo, Minggu (30/8). Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, pasangan unggulan ketujuh tersebut mengunci kemenangan straight games 22-20, 21-15 dalam tempo 41 menit.

"Alhamdulillah rasanya senang dan lega bisa menjadi juara di turnamen pertama kami," kata Wahyu melalul keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.

Lebih lanjut Wahyu mengungkapkan, komunikasi dan evaluasi yang rutin dilakukan bersama Pulung selama latihan menjadi salah satu kunci cepatnya kekompakan mereka sebagai pasangan. Ia juga mempersembahkan gelar juara tersebut untuk keluarga, para pelatih, serta seluruh tim ganda putra yang telah mendukung perjalanan mereka.

Sementara itu, Pulung menilai persiapan mereka selama dua bulan terakhir telah berjalan dengan baik sehingga menjadi modal penting sepanjang turnamen. Meski tidak menyangka bisa langsung meraih gelar juara, keduanya tetap yakin memiliki peluang dan memilih menjaga fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

"Dengan Tyo yang mungkin cukup berbeda dari permainan kami adalah sekarang kami lebih berani untuk main bertahan. Ini jadi salah satu kekuatan kami kalau dilihat dari pertandingan-pertandingan seminggu ini," paparnya.

Di sisi lain, Yeremia mengaku tak puas dengan hasil yang mereka raih pada partai final. Ia menilai, Wahyu/Pulung tampil lebih percaya diri dan berani bermain tanpa beban, seperti yang mereka tunjukkan saat menyingkirkan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino di semifinal.

Yere berpendapat, sebenarnya mereka memiliki peluang untuk mengamankan gim pertama setelah sempat unggul. Namun, tekanan dari Wahyu/Pulung pada poin-poin akhir membuat keadaan berbalik, sementara pada gim kedua mereka semakin kesulitan keluar dari tekanan dan bermain dalam kondisi tegang.

"Minggu depan di (Indonesia) Masters Super 100, kami akan mulai dari kualifikasi dan bisa dibilang bagannya lebih berat. Sekarang kami mau fokus dulu ke recovery, saya merasa ada penurunan kondisi di badan saya. Semoga minggu depan sudah fit kembali," kata mantan pemain pelatnas ini.

Patra tetap mensyukuri pencapaian mereka menembus partai puncak tanpa mengalami cedera. Ia juga melihat adanya perkembangan positif dalam performa mereka, terutama setelah pada turnamen-turnamen sebelumnya harus tersingkir di babak yang dinilai belum sesuai harapan. "Semoga kami bisa terus lebih baik untuk cari juara," pungkasnya.