"Dhinda sebenarnya sudah mulai merasakan cedera di bagian pinggang sejak bertanding di babak perempat final Ruichang China Masters 2026 melawan unggulan pertama dari Taiwan, Tung Ciou Tong," tutur Nunung Subandoro, asisten pelatih tunggal putri utama pelatnas bulu tangkis Indonesia, melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Dhinda sempat terjatuh saat mengambil bola di depan net. Setelah momen itu, rasa sakit di bagian pinggangnya mulai terasa, tetapi Dhinda tetap berusaha menyelesaikan pertandingan dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut Nunung menuturkan, saat memasuki arena pertandingan semifinal turnamen bulu tangkis level BWF Tour Super 100 tersebut, kondisi pinggang Dhinda semakin terasa sakit. Menurutnya, ketika skor gim pertama mencapai 11 poin, pergerakan Dhinda mulai terbatas dan rasa nyeri yang dirasakan juga semakin meningkat. "Dhinda sebenarnya ingin tetap melanjutkan pertandingan karena semangat juangnya sangat besar, tetapi setelah saya berdiskusi dan mempertimbangkan kondisi yang ada, akhirnya diputuskan untuk tidak melanjutkan pertandingan demi mencegah cedera yang lebih serius," jelasnya.
Dhinda memulai turnamen dengan kemenangan tiga gim 12-21, 21-10, 21-18 atas wakil tuan rumah Wu Luo Yu. Unggulan kedelapan itu memenangi dua pertandingan berikutnya melalui straight games, masing-masing atas Kim Min Sun (Korea Selatan) dan unggulan teratas Tung. Nunung pun menyampaikan apresiasi atas perjuangan serta mental bertanding yang ditunjukkan Dhinda sepanjang turnamen tersebut.
Menurutnya, pebulu tangkis kelahiran Denpasar, Bali tersebut, memperlihatkan daya juang yang tinggi, bahkan ketika sudah merasakan ketidaknyamanan pada bagian pinggangnya. "Namun, dalam situasi seperti ini, kesehatan dan kondisi atlet tetap menjadi prioritas utama," kata Nunung.
Nunung menambahkan, tim pelatih bersama tim medis pelatnas PBSI akan segera melakukan penanganan medis secara komprehensif terhadap cedera yang dialami atlet asal Jaya Raya Jakarta tersebut. "Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh serta memberikan program perawatan dan pemulihan yang tepat agar proses recovery berjalan optimal dan Dhinda bisa segera kembali berlatih serta bertanding dalam kondisi yang benar-benar siap," pungkasnya.


