Singapore Badminton Open 2026 - Misi Kebangkitan Trio Tunggal Tuan Rumah

Loh Kean Yew (Djarum Badminton)
Loh Kean Yew (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Singapura | Tiga andalan tuan rumah, Loh Kean Yew, Jason Teh, dan Yeo Jia Min, bertekad bangkit di hadapan publik sendiri pada Singapore Open 2026 yang mulai bergulir pada Senin (26/5) di Singapore Indoor Stadium, Singapura. Ketiganya berupaya menghentikan tren penurunan peringkat dunia yang terjadi akibat hasil kurang memuaskan dalam beberapa turnamen terakhir.

Dari ketiga pemain tersebut, penurunan performa paling signifikan dialami Yeo. Pebulu tangkis berusia 27 tahun itu menjalani masa pemulihan panjang akibat cedera tendon achilles dan robekan otot hamstring pada kaki kanan, sebelum menjalani operasi lutut pada April lalu.

Sebelum mengalami cedera, Yeo tampil impresif dengan menjuarai German Open 2025 serta menembus tiga perempat final dari tujuh turnamen yang diikutinya menjelang Singapore Open 2025. Rangkaian hasil tersebut membawanya mencapai peringkat tertinggi sepanjang kariernya, yaitu peringkat ke-11 dunia.

Yeo, yang akan menghadapi pemain peringkat ketiga dunia asal Jepang, Akane Yamaguchi, pada babak pertama, mengakui proses pemulihan kondisi fisiknya setelah menjalani serangkaian cedera dan operasi berjalan lebih sulit dari yang diperkirakan. Namun, ia berusaha menghadapi setiap tantangan yang datang dan tetap yakin memiliki kemampuan untuk kembali bersaing di level tertinggi. Menurutnya, setiap hari dan setiap turnamen merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa ia masih mampu tampil kompetitif. "Saya berusaha menjalani setiap hari dan setiap turnamen sebagai kesempatan untuk membuktikan bahwa saya masih mampu bersaing di level tertinggi. Pekan ini pun menjadi peluang lain bagi saya untuk menunjukkan hal tersebut," ujarnya, dilansir Straits Times, Senin (25/5).

"Singapore Open selalu menjadi salah satu turnamen favorit saya. Energi dari penonton selalu sangat tinggi dan kami ingin tampil maksimal untuk semua penggemar kami di kandang sendiri. Jadi, terlepas dari kondisi fisik saya, saya akan memberikan yang terbaik," Yeo, menambahkan.

Sementara itu, Loh juga tengah berjuang mengatasi masalah kebugaran. Pebulu tangkis peringkat ke-14 dunia itu mengalami peradangan pada kaki kanannya setelah mengawali musim kompetisi tahun ini dengan cukup menjanjikan, termasuk mencapai dua semifinal pada Januari serta menembus perempat final Badminton Asia Championships 2026 pada April.

Cedera tersebut berdampak pada performanya dan menjadi salah satu faktor kekalahan di babak pertama Thailand Open 2026 dari wakil India, Kidambi Srikanth. Menariknya, Srikanth kembali menjadi lawan pertama Loh pada Singapore Open 2026.

Laman berita Singapura itu juga mencatat, performa Loh pada musim kompetisi tahun ini juga belum menyamai pencapaiannya pada periode yang sama pada tahun lalu. Kala itu, ia sukses menjuarai Taipei Open 2025, mencapai satu final lainnya, dua semifinal, dan dua perempat final. Namun, hasil yang kurang konsisten sepanjang musim membuat juara dunia 2021 itu turun dari posisi 10 besar dunia ke peringkat ke-14.

Loh, yang absen dari Malaysia Masters 2026 pada pekan lalu, memilih untuk memulihkan kondisi fisiknya. Ia menilai, persaingan di sektor tunggal putra saat ini berlangsung sangat ketat. Setiap pemain yang berada di jajaran 50 besar dunia memiliki peluang untuk mengalahkan lawannya apabila tampil dalam kondisi terbaik. Ia juga menegaskan, naik-turunnya performa merupakan hal yang wajar dalam olahraga bulu tangkis, terutama di tengah padatnya kalender turnamen yang harus dijalani sepanjang musim. "Yang terpenting adalah bagaimana kami mampu beradaptasi dengan situasi yang ada, menemukan kembali permainan terbaik, dan perlahan kembali memperbaiki posisi di peringkat dunia," ujarnya.

Adapun, Teh akan bertanding di hadapan publik tuan rumah tanpa kendala cedera, tetapi masih berupaya menemukan konsistensi di level tertinggi. Pada periode yang sama tahun lalu, ia tampil impresif dengan menjuarai Thailand Masters 2025 dan mencapai dua perempat final lainnya, yang membawanya menembus peringkat tertinggi sepanjang kariernya di peringkat ke-19 dunia.

Namun, performanya belum stabil sepanjang musim kompetisi tahun ini. Dari tujuh turnamen Tur Dunia BWF yang diikuti, Teh hanya sekali mencapai perempat final sehingga posisinya turun ke peringkat ke-31 dunia. Untuk menjaga perolehan poin sekaligus membangun kembali kepercayaan diri, pemain berusia 25 tahun itu turun pada Polish Open 2026, turnamen bulu tangkis level International Challenge pada Maret dan berhasil keluar sebagai juara.

DI babak pertama Singapore Open 2026, Teh akan menghadapi wakil Taiwan, Chi Yu-jen, yang saat ini menempati peringkat ke-19 dunia. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk meraih hasil positif sekaligus mengembalikan performa terbaiknya. "Tentu ada tekanan untuk mempertahankan poin yang saya raih dari hasil-hasil bagus pada musim lalu. Namun, saya masih terus belajar untuk tampil lebih konsisten dan menjaga level permainan di setiap turnamen," demikian Teh.