Swiss Open 2026 - Ana/Trias Gagal Atasi Momen Kritis

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Humas PP PBSI)
Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Basel | Ketahanan fokus menjadi “pekerjaan rumah” bagi ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, saat menghadapi momen-momen krusial dalam pertandingan. Kurangnya konsentrasi di pengujung gim membuat mereka gagal menghentikan laju pasangan China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, pada babak 16 besar turnamen bulu tangkis Swiss Open 2026, Kamis (12/3).

"Tadi kami kurang fokus sedikit lagi di gim kedua dan juga kurang tahan," ungkap Trias kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, Swiss itu.

Sementara itu Ana mengungkapkan, pada gim kedua, mereka melakukan perubahan pola permainan dengan lebih memaksimalkan bola-bola no-lob. Dengan memanfaatkan kondisi "menang angin", mereka berupaya mencari celah untuk lebih dulu membuka peluang serangan.

Kekalahan dari pasangan peringkat ke-4 dunia itu, lanjut Ana, menjadi pengalaman berharga bagi mereka, sekaligus momentum untuk mencoba tampil lebih berani dalam menghadapi lawan. "Yang terpenting kami menyiapkan dulu mau bermain seperti apa, tadi mainnya sudah berani dan polanya sudah berjalan. Namun, ada kesalahan-kesalahan pengembalian," pungkasnya.

Kekalahan juga dialami ganda putri "Merah Putih", Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Mereka dipaksa mengakui keunggulan Rin Iwanaga/Kie Nakanishi asal Jepang, setelah melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 14-21. Hasil tersebut memastikan Indonesia tidak memiliki wakil tersisa di sektor ganda putri pada turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 300 ini.