"Pertama saya mengucap syukur Alhamdulillah sudah bisa diberi permainan dengan lancar tanpa cedera. Dari permainan, di gim pertama sudah sempat mengontrol dan sudah sempat unggul. Tapi dari situ ada beberapa saya salah pengembalian akhirnya kondisinya berbalik," ujar Ubed kepada tim Humas dan Media PP PBSI, setelah pertandingan berdurasi 84 menit itu.
Pada awal gim pertama, kedua pemain terlibat reli panjang, tetapi Ubed mampu memimpin 9-5. Pada kedudukan tersebut, ia sempat meminta perawatan medis untuk kaki kanannya, sebelum kembali melanjutkan pertandingan dan tetap unggul 11-5 saat interval.
Selepas rehat, Li perlahan bangkit dan menyamakan kedudukan menjadi 14-14 setelah pengembalian Ubed melebar. Namun, Ubed kembali memimpin berkat empat poin beruntun yang mengubah skor menjadi 18-14. Ia bahkan telah memiliki dua game point saat memasuki fase akhir gim.
Meski demikian, Li kembali menyamakan kedudukan hingga memaksa setting 20-20. Pebulu tangkis peringkat ke-7 dunia itu kemudian "menikung" setelah mengantongi tiga game point dan menutup gim pertama dengan kemenangan 24-22 dalam waktu 29 menit. "Li Shi Feng tadi lebih siap dan lebih tahan di poin-poin akhir. Ini jadi pelajaran dan evaluasi buat saya untuk bisa lebih tahan dan lebih fokus pikirannya menjelang match selesai," ujarnya.
"Selain itu, kondisi betis dan paha saya juga mau kram jadi agak mengganggu pergerakan," Ubed, menambahkan.
Setelah kalah di gim pertama, pemuda asal Sampang, Jawa Timur itu, langsung tancap gas pada gim kedua dengan meraih empat poin beruntun untuk memimpin 4-0. Li dapat menyamakan skor menjadi 4-4 dan 7-7, tetapi Ubed kembali menjauh dan unggul 11-7 saat interval. Dominasi Ubed berlanjut seusai interval. Ia terus menjaga keunggulan, mengamankan lima game point, dan menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16 untuk memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, Li lebih dulu memimpin lewat empat poin beruntun. Ubed dapat menyamakan skor pada 8-8 dan 9-9, lalu berbalik unggul 11-9 saat interval. Selepas jeda, Li kembali mengambil alih kendali permainan dan memperlebar keunggulan menjadi 16-12, yang menjadi margin terbesarnya pada gim penentuan.
Upaya Ubed untuk bangkit pada fase krusial tak cukup untuk membendung dominasi Li. Wakil "Negeri Tirai Bambu" itu mengamankan empat match point kemudian memastikan kemenangan 21-16, setelah pengembalian Ubed melebar pada poin terakhir.
Ubed mengungkapkan, sejak hasil undian pertandingan dirilis, ia telah mempelajari pola permainan Li. Namun, setelah melalui pertarungan ketat, Ubed harus mengakui keunggulan peraih gelar juara Hong Kong Open 2025 tersebut. "Saya sudah siap untuk main capek dan adu tahan tapi hari ini belum beruntung," pungkasnya.


