Pertarungan antara Pakkapon/Sapsiree dan Dejan/Bernadine langsung berlangsung ketat sejak awal gim pertama. Selisih poin tak pernah lebih dari dua angka, kecuali saat memasuki interval ketika Dejan/Bernadine memimpin 11-8 setelah menuntaskan paruh pertama gim pertama dalam tempo enam menit.
Selepas interval, Pakkapon/Sapsiree bangkit dengan mengemas lima poin beruntun untuk menyamakan dan membalikkan keadaan menjadi 13-11. Dejan/Bernadine dapat menghentikan momentum pasangan Negeri "Gajah Putih" itu dan kembali menyamakan skor menjadi 14-14. Pakkapon/Sapsiree lalu merebut keunggulan 16-14, tetapi duo "Merah Putih" kembali merapatkan jarak perolehan poin hingga kedudukan imbang 16-16.
Di pengujung gim, Dejan/Bernadine tampil lebih stabil dan terus memperbesar keunggulan, mengantongi dua game point, dan mengunci kemenangan gim pertama dengan skor 21-19 dalam tempo 18 menit.
Di gim kedua, Dejan/Bernadine tampil lebih agresif dan langsung membangun momentum melalui raihan empat poin beruntun. Kombinasi smes tajam Dejan dari lini belakang serta variasi permainan Bernadine di depan net membuat Pakkapon/Sapsiree kesulitan mengembangkan permainan pada paruh pertama gim ini. Keunggulan itu terus terjaga saat Dejan/Bernadine melesat 7-1 dan menutup interval dengan keunggulan 11-5.
Seusai rehat, kedua pasangan terlibat pertarungan ketat. Pakkapon/Sapsiree terus menempel dalam perolehan poin, sementara Dejan/Bernadine berupaya menjaga ritme permainan untuk mempertahankan keunggulan. Ganda campuran anyar Indonesia itu bahkan sempat mencatatkan keunggulan terbesar pada skor 17-13, memanfaatkan sejumlah kesalahan yang dilakukan Pakkapon di pengujung gim. Sesudah mengantongi empat match point, Dejan/Bernadine akhirnya menutup gim kedua dengan kemenangan 21-16.


