Taipei Open 2026 - Tanvi Sharma Torehkan Sejarah

Tanvi Sharma (Djarum Badminton)
Tanvi Sharma (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Taipei | Tunggal putri India, Tanvi Sharma, mencatatkan pencapaian terbesar dalam karier mudanya setelah menjuarai Taipei Open 2026 di Taipei Arena, Taipei, Taiwan, Minggu (2/8). Pebulu tangkis berusia 17 tahun itu sekaligus mencetak sejarah sebagai juara termuda sepanjang penyelenggaraan Taipei Open, memecahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh idolanya, Tai Tzu Ying.

Tanvi mengaku terkejut saat mengetahui bahwa ia berhasil memecahkan rekor tersebut. Menurutnya, pencapaian itu menjadi momen yang sangat istimewa, terlebih ia mampu melampaui catatan yang selama ini dipegang oleh salah satu sosok yang menjadi inspirasinya di dunia bulu tangkis. "Benarkah? Saya tidak menyadarinya," ujar Sharma, sambil tersenyum, sebagaimana dilaporkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF)

"Ini sungguh sebuah kehormatan. Tai adalah idola saya. Saya sangat, sangat bahagia bisa memenangkan gelar ini," Tanvi, menambahkan.

Pada laga final, Tanvi tampil impresif dengan mengalahkan unggulan keenam asal Vietnam, Nguyen Thuy Linh, melalui dua gim langsung 21-16, 21-16. Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkannya meraih gelar Tur Dunia BWF perdana dalam kariernya, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai juara termuda dalam sejarah Taipei Open.

Sepanjang turnamen, Tanvi memperlihatkan permainan yang tenang dan matang, jauh melampaui usianya. Ia merebut gelar pada usia 17 tahun 223 hari, atau sekitar delapan bulan lebih muda dibandingkan Tai saat meraih gelar Taipei Open pertamanya pada 2012 di usia 18 tahun 109 hari.

Tanvi tampil dominan hampir sepanjang final. Gelar juara tersebut menjadi penutup sempurna atas penampilannya sepanjang pekan di Taipei Open 2026. Tanvi juga tercatat sebagai tunggal putri India kedua yang mampu menjuarai Taipei Open setelah Saina Nehwal pada 2008, sekaligus menjadi pemain termuda yang meraih gelar Tur Dunia BWF sejak Tomoka Miyazaki menjuarai Orléans Masters 2024.

Meski pernah mengalahkan Nguyen pada US Open 2025, Tanvi mengaku tetap merasakan ketegangan saat memasuki lapangan. Namun, ia mampu mengendalikan tekanan tersebut dan mempertahankan performa konsisten hingga akhirnya memastikan gelar terbesar dalam kariernya sejauh ini. "Saya cukup gugup," ungkapnya. 

"Saya hanya berpikir untuk mengerahkan kemampuan 100 persen dan memainkan gaya permainan saya sendiri. Saya berhasil melakukannya, dan menurut saya itulah kunci kemenangan saya."

"Menjalani lima pertandingan juga cukup berat, tetapi saya harus tetap konsisten. Saya merasa telah melakukan banyak hal dengan tepat pekan ini dan mampu mengatasi kondisi arah angin dengan baik, sehingga semuanya berjalan lancar."

Keberhasilan menjuarai Taipei Open 2026 menjadi penanda munculnya salah satu talenta muda yang patut diperhitungkan di kancah bulu tangkis dunia. Meski demikian, Tanvi menegaskan tidak ingin cepat berpuas diri, dan akan terus bekerja keras agar mampu bersaing secara konsisten pada turnamen BWF World Tour level Super 500 dan Super 750. "Saya akan tetap bersabar dan terus berlatih agar bisa perlahan naik ke level yang lebih tinggi dan mempertahankan posisi tersebut," pungkasnya.

BWF menyebutkan, Tanvi telah mencatatkan terobosan besar dalam kariernya. Namun, setelah menorehkan sejarah di Taipei Open 2026, fokusnya kini beralih untuk menghadapi tantangan-tantangan berikutnya di level yang lebih tinggi.