Klik untuk informasi semua lapangan

Uber Cup 2026 - Intanon dan Kjærsfeldt Kejar Rekor

Ratchanok Intanon (Djarum Badminton)
Ratchanok Intanon (Djarum Badminton)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Piala Uber 2026 yang digelar di Horsens, Denmark, pada 24 April–3 Mei, berpotensi menghadirkan catatan bersejarah bagi tunggal putri tuan rumah, Line Højmark Kjærsfeldt, dan wakil Thailand, Ratchanok Intanon. Dengan masuk dalam skuad nasional masing-masing, keduanya diprediksi menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah ajang beregu bergengsi tersebut.

Setelah menyamai rekor pebulu tangkis Belanda, Judith Meulendijks, pada edisi 2025 di Chengdu, China, Kjærsfeldt dan Intanon berpeluang mencatat penampilan kedelapan secara beruntun di Piala BWF Thomas & Uber saat tampil di Horsens pekan depan. 

"Capaian tersebut akan menempatkan mereka sejajar dengan legenda Malaysia, Lee Chong Wei, serta hanya terpaut satu penampilan dari ikon bulu tangkis China, Lin Dan, yang masih memegang rekor terbanyak," tulis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) melalui lamannya pada Jumat (17/4).

Baik Kjærsfeldt maupun Intanon memulai perjalanan pada Piala Uber mereka 14 tahun lalu di Wuhan, China.

Satu tahun sebelum meraih gelar juara dunia, Intanon, yang saat itu berumur 17 tahun, tampil sebagai tunggal pertama. Ia memainkan empat pertandingan dengan catatan satu kemenangan dan tiga kekalahan, termasuk dari rival masa depannya, Tai Tzu Ying asal Taiwan, dalam perjalanan timnya menembus babak empat besar. Seiring kiprahnya sebagai salah satu figur penting di bulu tangkis dunia, Intanon juga sukses menyumbangkan medali perak Piala Uber 2018 di Bangkok, Thailand, saat tim tuan rumah kalah 0-3 dari Jepang di partai puncak.

Di kubu Denmark, Kjærsfeldt turut memberikan kontribusi penting sejak usia muda. Pada penampilan awalnya di Piala Uber saat berusia 18 tahun, ia membuka kiprah dengan kemenangan atas Jamie Subandhi dari Amerika Serikat, membantu Denmark meraih kemenangan 4-1 di fase grup.

Namun, perjalanan kedua tim bersinggungan di perempat final. Denmark dipaksa mengakui keunggulan Thailand dengan skor 1-3. Dalam laga tersebut, Kjærsfeldt kalah dari Sapsiree Taerattanachai, sementara satu-satunya poin Denmark justru lahir dari kekalahan Intanon dari Tine Baun.

Pada edisi 2024 di Chengdu, Intanon kembali menunjukkan perannya dengan mencatat dua kemenangan dalam tiga laga, meski langkah Thailand terhenti di perempat final oleh Indonesia, yang kemudian berakhir dengan status runner-up. Sementara itu, Kjærsfeldt membukukan satu kemenangan dari tiga pertandingan, dengan dua kekalahan masing-masing dari An Se Young (Korea Selatan) dan Chen Yu Fei (China).