Uber Cup 2026 - Skuad Tunggal Diprediksi Minim Perubahan

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Humas PP PBSI)
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi (Humas PP PBSI)
Internasional ‐ Created by EL

Jakarta | Pelatih tunggal putri pelatnas bulu tangkis Indonesia, Imam Tohari, menyatakan komposisi pemain yang akan memperkuat skuad tunggal putri "Merah Putih" pada Piala Uber 2026 diperkirakan tidak jauh berbeda dengan susunan pemain yang diturunkan pada Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026. Namun, Putri Kusuma Wardani berpeluang besar mengisi posisi tunggal pertama pada Uber Cup 2026.

"Sudah ada gambaran (skuad tunggal putri). Dari kemarin yang BATC itu, paling plus Putri KW, tetapi garis besarnya itu," tutur Imam kepada wartawan pada Kamis (12/2) pagi di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta.

Lebih lanjut Imam Tohari menyatakan, penentuan akhir skuad tunggal putri pada Uber Cup 2026 akan mempertimbangkan performa terkini para pemain serta kebutuhan tim. Ia juga menungkapkan, keputusan baru akan diambil mendekati batas akhir pendaftaran, meski secara garis besar kerangka tim telah terbentuk dan tinggal menunggu kesiapan masing-masing pemain.

Pada BATC 2026 yang berlangsung di Qingdao, China, skuad tunggal putri Indonesia tanpa diperkuat Putri maupun Gregoria Mariska Tunjung. Empat pemain yang dibawa ke Qingdao adalah para pemain muda, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo. "Thalita ini kita paksakan di tunggal pertama, karena ranking-nya paling terbaik itu adalah dia. Dan itu menjadi penampilan beregu perdana buat Thalita," katanya.

"Saya cukup mengapresiasi, dan untuk ke depannya ada yang bisa kita ambil segi positifnya. Maksudnya, dia memang belum menghasilkan poin, tapi dia beberapa kali itu melakukan perlawanan yang sangat berhasil," Imam, menjelaskan.

Imam mengakui, pada laga semifinal antara Thalita dan Kim Ga Eun asal Korea Selatan, terdapat perbedaan poin yang cukup jauh karena lawan memiliki pengalaman dan jam terbang lebih tinggi. Namun, ia menegaskan, pertandingan beregu tersebut memang dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk memberikan pengalaman bertanding kepada para pemain muda.

Pada kesempatan tersebut, Imam juga menyoroti penampilan Ester yang kembali ke arena pertandingan. Pada awal pertandingan, lanjutnya, Ester masih diliputi rasa trauma dan ketakutan setelah sekitar delapan bulan absen dari turnamen karena cedera kaki kanan. Meski demikian, ia melihat peningkatan pada laga kedua yang dinilainya sudah cukup baik, dan berharap rasa trauma serta ketakutan tersebut segera hilang seiring bertambahnya kepercayaan diri dan jam terbang bertanding.

"Kalau dari segi permainan, dari segi teknik, nggak ada yang menurun jauh. Mungkin dari segi kelincahan sama fisik saja yang perlu dikuatin lagi ke depan," pungkasnya.