Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu dipasangkan dengan Dejan Ferdinansyah dalam program yang dirancang untuk dievaluasi melalui enam turnamen internasional. Hasil dari rangkaian turnamen tersebut akan menjadi dasar penilaian terhadap efektivitas Dejan/Apri.
Kepala pelatih ganda campuran pelatnas bulu tangkis Indonesia, Rionny Mainaky, mengatakan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi bersama tim pelatih lintas sektor, sebagai bagian dari upaya memperkuat komposisi pasangan di pelatnas. "Setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh, kami melihat kondisi dan performa pasangan Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari saat ini belum berada pada level yang kami harapkan," katanya melalui siaran pers Humas PP PBSI, Senin (29/6).
"Karena itu, kami mencoba mencari solusi terbaik agar potensi Apriyani sebagai atlet bisa dimaksimalkan sekaligus menjawab kebutuhan tim di sektor ganda campuran," Rionny, menambahkan.
Apriyani, lanjutnya, memiliki modal yang sangat kuat untuk beradaptasi di sektor ganda campuran. "Apriyani memiliki kemampuan membaca permainan dengan sangat baik, mampu menjadi playmaker, memiliki jangkauan lapangan yang luas, serta kuat dalam transisi bertahan maupun menyerang. Dari sisi pengalaman dan mental bertanding, dia juga sudah terbukti mampu tampil di pertandingan-pertandingan besar," jelasnya.
Sementara itu, Dejan dinilai memiliki kualitas sebagai pemain belakang dengan kekuatan serangan yang baik serta kemampuan mengatur ritme permainan. "Dejan mempunyai kualitas smes yang sangat baik dan mampu mengontrol permainan dari area belakang. Kami melihat karakter bermain mereka saling melengkapi sehingga diharapkan dapat membentuk pasangan yang solid dan kompetitif," demikian Rionny.


