Bagas/Apri Mulai Perjalanan dari Bawah

Apriyani Rahayu & Bagas Maulana (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Apriyani Rahayu & Bagas Maulana (Djarum Badminton/Edward Luhukay)
Nasional ‐ Created by EL

Jakarta | Apriyani Rahayu dan Bagas Maulana baru saja menuntaskan rangkaian dua turnamen internasional di Pontianak, Kalimantan Barat. Apri bersama Dejan Ferdinansyah berhasil menjuarai Polytron Pontianak International Challenge 2026, sedangkan Bagas bersama Indah Cahya Sari Jamil belum berhasil meraih podium dalam dua turnamen tersebut.

Sepulang dari Pontianak, PBSI kembali melakukan perubahan pasangan di sektor ganda campuran. Apri kini dipasangkan dengan Bagas, sementara Dejan menjadi pasangan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Duet baru tersebut selanjutnya akan menjalani masa persiapan untuk membangun kekompakan dan menyesuaikan pola permainan masing-masing.

"Ya karena memang sudah dari awal kita dari pelatih juga, jadi kita siap aja, sih, karena memang ada tujuan pelatih juga untuk tahun ini," tanggap Apri, saat ditemui di pelatnas PP PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (16/9).

Sementara itu, Bagas mengakui dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan sektor dan pasangan. Setelah cukup lama berkarier di nomor ganda putra, ia menilai bermain ganda campuran memiliki karakter permainan yang berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian tersendiri bersama Apri.

"Maksudnya bukan cowok, ini partner cewek, jadi kita harus lebih tanggap. Masih perlu sharing juga, sih, sama yang udah main mixed. Contohnya kayak saya (berdiskusi) sama Amri (Syahnawi), kita perlu juga main mixed tuh gimana, gitu. Cowoknya harus gimana, ceweknya juga harus gimana," Bagas, menjelaskan.

"Sama, sih, sama juga. Maksudnya juga kita juga, saya dan Bagas juga kayak, kan, baru latihan beberapa hari. Terus juga memang kita coba komunikasi untuk ini gimana ya maksudnya Bagas beda, Dejan beda," Apri, menimpali komentar partner barunya tersebut.

Apriyani juga mengakui adanya proses adaptasi setelah kembali berganti pasangan. Menurutnya, karakter permainan Bagas berbeda dengan Dejan sehingga diperlukan sejumlah penyesuaian, meski perubahan pola yang harus dilakukan dinilainya tidak terlalu banyak.

Di sisi lain, Apriyani dan Bagas harus memulai perjalanan sebagai pasangan baru dari bawah karena belum memiliki poin peringkat. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu menyadari mereka perlu mengumpulkan poin sebanyak mungkin melalui rangkaian turnamen, termasuk dengan tampil lebih dahulu di level yang lebih rendah.

Salah satu kesempatan tersebut hadir melalui Polytron Surabaya International Challenge 2026 yang berlangsung pada 22–27 September. Berdasarkan hasil undian sementara, Bagas/Apri akan mengawali perjalanan dengan menghadapi pasangan Singapura, Nge Joo Jin/Tay Andrea Jacqui. "Kalau kayak kita gini, saya dan Bagas memang harus ekstra. Karena poin kita nggak ada, jadi memang kita harus ekstra banget, sih," kata Apri.

"Kita mulai dari awal, maksudnya harus dari nol lagi. Ini sebenarnya tidak apa-apa menurut saya dan Apri juga. Challenge buat kita, tantangan baru," demikian Bagas.