Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, mengatakan, pembentukan pasangan Bagas/Indah berawal dari keinginan Bagas untuk mengalihkan fokus dari sektor ganda putra ke ganda campuran. Keputusan tersebut kemudian ditindaklanjuti PBSI dengan memasangkannya bersama Indah sebagai bagian dari program pembinaan menuju kompetisi mendatang.
"Setelah melalui diskusi bersama tim pelatih, kami memberikan kesempatan kepada Bagas untuk menjalani proses transisi tersebut sebagai bagian dari pengembangan kariernya," jelasnya melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI.
"Tentunya, proses ini akan dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan performanya di lapangan," Eng Hian, menambahkan.
Lebih lanjut Eng Hian menjelaskan, pembentukan Bagas/Indah merupakan bagian dari upaya PBSI melakukan penyegaran di sektor ganda campuran, sekaligus menguji opsi pasangan baru. Melalui penampilan mereka di Polytron Pontianak International Challenge 2026, PBSI ingin melihat potensi, chemistry, serta kecocokan karakter permainan keduanya, dalam pertandingan resmi.
"Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan. Turnamen-turnamen awal ini akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menentukan arah pembinaan dan kemungkinan pengembangan pasangan ini ke depan," demikian Eng Hian.


